Pencarian

BI Kaltara Prioritaskan Distribusi Uang Baru ke Nunukan dan Sebatik, Ini Strategi Jaga Kedaulatan Rupiah di Perbatasan

Jumat, 15 Mei 2026 • 12:11:01 WIB
BI Kaltara Prioritaskan Distribusi Uang Baru ke Nunukan dan Sebatik, Ini Strategi Jaga Kedaulatan Rupiah di Perbatasan
Bank Indonesia Kaltara prioritaskan distribusi uang baru ke Nunukan dan Sebatik untuk menjaga kedaulatan Rupiah di perbatasan.

TARAKAN — Kebijakan distribusi uang di Kalimantan Utara memiliki skala prioritas yang unik. Alih-alih mendahulukan kota besar seperti Tarakan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kaltara justru mengirimkan uang baru atau Hasil Cetak Sempurna (HCS) lebih dulu ke titik-titik perbatasan, seperti Nunukan dan Sebatik yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Mengapa Perbatasan Jadi Prioritas Utama?

Kepala KPwBI Provinsi Kaltara, Hasiando Ginsar Manik, menegaskan bahwa kehadiran uang Rupiah dengan kondisi fisik yang prima di garda terdepan merupakan bentuk kehadiran negara. “Ketika kita mendorong masyarakat untuk menggunakan Rupiah, kita harus memberikan insentif berupa kelayakan uang yang dipegang. Kami memprioritaskan dropping uang HCS di perbatasan karena ini berkaitan erat dengan kedaulatan Rupiah dan kedaulatan NKRI,” tegasnya, Senin (11/5).

Outflow Capai Rp800 Miliar, Uang Lusuh Dimusnahkan

Dalam pengelolaan uang, Kaltara memiliki karakteristik khusus yang disebut net outflow. Data periode Januari hingga April menunjukkan angka outflow—uang yang keluar dari BI ke masyarakat—mencapai Rp800,4 miliar. Sementara inflow atau uang yang kembali ke BI tercatat sebesar Rp744 miliar. Selisih ini menunjukkan tingginya kebutuhan uang tunai di daerah yang sebagian besar wilayahnya merupakan kawasan perbatasan dan pedalaman.

Untuk menjaga kualitas uang yang beredar, BI secara rutin melakukan pemusnahan terhadap uang yang sudah tidak layak edar berdasarkan tingkat kulusuhan atau soil level. Pada tahun 2023, puncak pemusnahan mencapai Rp316 miliar. “Apabila uang sudah dianggap lusuh dan tidak layak edar, maka kami musnahkan untuk kemudian diganti dengan uang baru atau HCS,” jelas Hasiando.

Clean Money Policy: Insentif Fisik untuk Loyalitas Mata Uang

Kebijakan ini merupakan bagian dari Clean Money Policy yang dijalankan BI. Tujuannya bukan sekadar mengganti uang lama, tetapi membangun kebanggaan masyarakat terhadap Rupiah. Di wilayah perbatasan yang kerap terpapar penggunaan Ringgit Malaysia, kehadiran uang nasional yang bersih dan rapi diharapkan mampu memperkuat posisi Rupiah sebagai alat transaksi utama.

Dengan terjaganya kualitas uang di garda terdepan, posisi Rupiah diharapkan semakin dominan dan berdaulat. Langkah ini sekaligus menjadi simbol kehadiran negara dalam menjaga stabilitas ekonomi dan pertahanan di wilayah perbatasan Kalimantan Utara.

Bagikan
Sumber: fokusborneo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks