Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) resmi memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Australia dalam sektor pelayanan dasar dan manajemen birokrasi. Kemitraan ini menitikberatkan pada peningkatan mutu pendidikan dasar yang kini mulai mengadopsi sistem inklusif secara luas di wilayah tersebut.
Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, melakukan kunjungan perdana ke Bulungan untuk meninjau efektivitas program yang telah berjalan. Fokus utama dalam pertemuan dengan jajaran Pemprov Kaltara ini adalah memastikan keberlanjutan program INOVASI yang mendorong keterlibatan anak-anak penyandang disabilitas dalam proses belajar-mengajar di kelas reguler.
Fokus Pendidikan: Siswa Disabilitas Mulai Masuk Kelas Reguler
Dalam peninjauan lapangan di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Bulungan, delegasi Australia melihat langsung bagaimana pendekatan pembelajaran partisipatif diterapkan. Program INOVASI yang dijalankan di Kaltara terbukti mampu memetakan tantangan sekaligus peluang dalam menciptakan lingkungan sekolah yang ramah bagi semua kalangan.
“Ini merupakan kunjungan pertama saya ke Kaltara dan menjadi kehormatan dapat bertemu langsung dengan gubernur serta jajaran pemerintah daerah,” ujar Gita Kamath saat agenda lunch meeting bersama jajaran Pemprov Kaltara.
Menurutnya, kemajuan dalam pendekatan pembelajaran inklusif di Kaltara menunjukkan tren positif. Selain melihat capaian, delegasi juga berdialog dengan para pemangku kepentingan untuk merumuskan solusi atas kendala teknis yang masih dihadapi di lapangan.
Bagaimana Kerja Sama Ini Memperbaiki Tata Kelola Keuangan?
Selain sektor pendidikan, Australia memperluas cakupan kerja sama pada aspek manajemen pemerintahan. Fokus baru ini mencakup optimalisasi pendapatan daerah melalui penguatan sistem pemungutan pajak serta peningkatan kualitas belanja publik agar lebih tepat sasaran bagi masyarakat.
Gita Kamath sempat meninjau layanan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) untuk melihat inovasi pelayanan publik di Kaltara. Ia memberikan apresiasi khusus terhadap aksesibilitas layanan yang dinilai semakin ramah bagi kelompok rentan.
“Layanan yang kami lihat sangat impresif, terutama dalam memberikan akses yang lebih inklusif,” katanya menegaskan komitmen Australia dalam mendukung transparansi dan efisiensi tata kelola di daerah.
Jejak Sejarah di Tarakan dan Program Beasiswa Australia Awards
Hubungan antara Australia dan Kalimantan Utara tidak hanya dibangun di atas meja kebijakan, tetapi juga memiliki akar sejarah yang kuat. Delegasi dijadwalkan mengunjungi Kota Tarakan untuk memberikan penghormatan di monumen peringatan pasukan Australia yang gugur pada Perang Dunia II.
Gita menyebut sejarah tersebut menjadi pengikat emosional yang kuat antara masyarakat Australia dan Indonesia, khususnya warga Kaltara. Di sisi lain, penguatan sumber daya manusia juga terus dipacu melalui program beasiswa Australia Awards yang telah berjalan selama tujuh dekade.
Di akhir kunjungannya, delegasi bertemu dengan para alumni penerima beasiswa yang kini menduduki posisi strategis di berbagai sektor di Kaltara. Gita berharap kemitraan ini memberi dampak nyata dan dapat diperluas ke sektor lainnya di masa depan.