TANJUNG SELOR — Angka final BPS Provinsi Kalimantan Utara yang dirilis 2 Maret 2026 menempatkan padi sebagai komoditas yang tumbuh paling cepat di sektor pertanian daerah. Selain perluasan areal panen sebesar 23,27 persen, kenaikan produksi turut ditopang ketersediaan benih, pengelolaan air, dan penerapan pola tanam di sentra-sentra persawahan.
Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi penduduk, produksi Kaltara pada 2025 setara 22.550 ton. Angka itu meningkat dari 17.832 ton pada tahun sebelumnya.
Di Desa Karang Agung, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan, petani Kelompok Tani Subur melaksanakan panen raya pada awal Januari 2026. Kegiatan itu langsung dilanjutkan dengan penanaman kembali.
Pola tanam berkelanjutan semacam ini menjadi kunci menjaga pasokan pangan tetap tersedia sepanjang tahun. Produktivitas lahan yang stabil juga menentukan apakah tren kenaikan produksi bisa bertahan pada 2026.
Sebaran produksi padi Kaltara masih terkonsentrasi di tiga kabupaten utama. Bulungan mencatat 18.704 ton GKG atau 49,2 persen dari total provinsi.
Nunukan berada di posisi kedua dengan 11.575 ton atau 30,4 persen. Malinau menyusul dengan 7.270 ton atau 19,1 persen.
Sementara itu, produksi Kabupaten Tana Tidung tercatat sekitar 459 ton dan Kota Tarakan 31 ton. Konsentrasi ini menjadi tantangan tersendiri karena kebutuhan pangan harus dipenuhi hingga kawasan pedalaman, kepulauan, dan perbatasan.
Badan Pangan Nasional mencatat Indeks Ketahanan Pangan Kaltara meningkat dari 72,56 pada 2025 menjadi 76,11 pada 2026. Indeks komposit itu mencakup tiga aspek utama: ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan.
Pada tingkat kabupaten/kota tahun 2026, Bulungan mencatat IKP tertinggi sebesar 81,62. Posisi berikutnya ditempati Tarakan 76,31, Nunukan 74,06, Tana Tidung 72,85, dan Malinau 71,40.
Peningkatan produksi dan distribusi menjadi dua agenda yang saling mengunci di Kaltara. Dari sentra persawahan di Bulungan hingga kawasan perbatasan Nunukan dan Pulau Sebatik, pemerintah mendorong hasil pertanian naik sekaligus memastikan pangan bisa dijangkau warga secara merata.