Pendapatan ASLC Kuartal III-2026 Tembus Rp964,8 Miliar, Caroline.id Sumbang 85%

Penulis: Mirza Fachri  •  Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:52:31 WIB
Pendapatan ASLC pada kuartal III-2026 mencapai Rp964,8 miliar atau tumbuh 35,3% secara tahunan.

KALIMANTAN UTARA — PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) membukukan pendapatan Rp964,8 miliar pada kuartal III-2026, tumbuh 35,3% secara tahunan dari Rp713 miliar pada periode sama tahun sebelumnya. Bisnis ritel mobil bekas Caroline.id menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi sekitar 85% terhadap total pendapatan perseroan.

Pendapatan Caroline.id mencapai Rp819,6 miliar hingga kuartal III-2026, naik 61,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp506,4 miliar. Angka itu menjadikan lini ritel mobil bekas sebagai mesin pertumbuhan utama ASLC, jauh melampaui laju pertumbuhan pendapatan konsolidasi perseroan.

ASLC menjalankan tiga lini usaha utama: lelang kendaraan melalui JBA Indonesia, penjualan ritel mobil bekas lewat Caroline.id, serta bisnis gadai melalui MotoGadai. Ketiganya bergerak di ekosistem kendaraan bekas yang saling terhubung.

Sinergi Antar Lini Usaha Jadi Penopang Kinerja

Direktur ASLC Jany menyebut optimalisasi ekosistem bisnis kendaraan bekas secara keseluruhan berperan penting dalam mendukung kinerja Caroline.id dan perseroan. Sinergi antar lini usaha dinilai memperkuat kapabilitas bisnis, memperluas jangkauan pasar, dan menciptakan peluang pertumbuhan berkelanjutan.

"Kami melihat bahwa optimalisasi ekosistem bisnis kendaraan bekas secara keseluruhan juga berperan penting dalam mendukung kinerja Caroline.id dan ASLC. Melalui sinergi antar lini usaha, Perseroan dapat memperkuat kapabilitas bisnis, menjangkau kebutuhan pasar yang lebih luas, serta menciptakan peluang pertumbuhan yang berkelanjutan," ujar Jany.

Rincian Kontribusi Tiap Lini Usaha

Dari total pendapatan Rp964,8 miliar, Caroline.id menyumbang porsi dominan. Sisanya berasal dari JBA Indonesia dan MotoGadai yang melengkapi rantai nilai kendaraan bekas, mulai dari lelang unit hingga pembiayaan berbasis gadai.

  • Pendapatan konsolidasi kuartal III-2026: Rp964,8 miliar, tumbuh 35,3% yoy dari Rp713 miliar
  • Pendapatan Caroline.id: Rp819,6 miliar, tumbuh 61,8% yoy dari Rp506,4 miliar
  • Kontribusi Caroline.id terhadap total pendapatan: sekitar 85%

Mengapa Ritel Mobil Bekas Tumbuh Cepat

Laju pertumbuhan Caroline.id yang 61,8% jauh di atas pertumbuhan pendapatan konsolidasi menunjukkan bisnis ritel mobil bekas menjadi tumpuan utama ASLC saat ini. Model bisnis terintegrasi memungkinkan perseroan memindahkan unit dari lelang ke ritel, sekaligus menawarkan pembiayaan lewat MotoGadai.

Bagi investor, ketergantungan pendapatan pada satu lini usaha perlu dicermati. Kontribusi 85% dari Caroline.id membuat kinerja ASLC sangat sensitif terhadap permintaan mobil bekas, harga unit, dan daya beli konsumen di segmen kendaraan bekas.

Apa Artinya bagi Pemegang Saham

Pertumbuhan pendapatan dua digit menjadi sinyal positif bagi pasar, terutama jika diikuti perbaikan margin pada laporan keuangan lengkap. Namun bahan ini belum memuat laba bersih, margin, maupun proyeksi perseroan hingga akhir 2026, sehingga gambaran profitabilitas ASLC belum bisa disimpulkan penuh.

Yang jelas, strategi ASLC membangun ekosistem kendaraan bekas dari hulu ke hilir mulai membuahkan hasil di sisi top line. Pertanyaan berikutnya: seberapa besar pertumbuhan pendapatan itu terkonversi menjadi laba bersih dan arus kas operasi hingga tutup buku 2026.

Reporter: Mirza Fachri
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top