PGN Teken 7 Kesepakatan Gas di FOREK 2026, Amankan Pasokan hingga 775 TBTU

Penulis: Mirza Fachri  •  Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:21:02 WIB
Penandatanganan tujuh dokumen kesepakatan komersial pasokan gas bumi oleh PGN dalam FOREK Hulu Migas 2026 di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

KALIMANTAN UTARA — PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk menandatangani tujuh dokumen kesepakatan komersial pasokan gas bumi dalam FOREK Hulu Migas 2026 di Jakarta, Rabu (28/10/2026). Kesepakatan itu mencakup tiga Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG), satu amandemen PJBG, dan tiga LNG Sales and Purchase Agreement (SPA), termasuk pasokan dari Proyek Abadi LNG Blok Masela. Bagi pelanggan industri dan pembangkit listrik, langkah ini menjadi jaminan bahwa pasokan gas tidak bergantung pada satu sumber saja.

Jakarta — Subholding Gas Pertamina itu menempatkan kesepakatan dengan pemasok hulu migas domestik sebagai fondasi keberlanjutan pasokan jangka menengah dan panjang. Tujuh dokumen yang diteken mencakup kerja sama melalui jaringan pipa maupun LNG, dengan karakteristik volume dan periode penyaluran yang berbeda-beda.

Direktur Utama PGN Arief K. Risdianto menyebut kesepakatan komersial dengan pemasok hulu migas sebagai bagian penting dari upaya perusahaan memperkuat keberlanjutan pasokan gas bumi.

“Melalui kerja sama ini, PGN terus mengoptimalkan pengelolaan portofolio pasokan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan,” ujar Arief dalam keterangan resmi.

Tiga PJBG Baru dan Satu Amandemen

Dari sisi pipa, PGN meneken PJBG dengan EMP Bentu untuk volume hingga sekitar 4 BBTUD. Kesepakatan dengan Medco Sakakemang B.V. mencakup volume hingga sekitar 38 BBTUD mulai 2027, sementara PEP Sengeti menyuplai hingga sekitar 5,7 MMSCFD mulai 2028.

Amandemen III PJBG dengan Medco South Sumatera (Medco SS) mencakup volume 15 BBTUD. Amandemen ini menjaga keberlanjutan kerja sama pasokan yang sudah berjalan, bukan membuka sumber baru.

LNG Abadi Masela Jadi Andalan Jangka Panjang

Portofolio LNG ditopang tiga kesepakatan SPA, yakni dengan South Hub untuk periode pengiriman mulai 2027, North Hub mulai 2029, dan LNG Abadi Masela. Kerja sama Abadi Masela merupakan tindak lanjut Heads of Agreement dan Key Term Sheet yang disepakati PGN bersama para kontraktor Kontrak Kerja Sama Proyek Masela dalam IPA Convex 2026 di Jakarta pada 20 Mei 2026.

Pasokan LNG dari Abadi Masela direncanakan mencapai total 775 TBTU selama 15 tahun sejak dimulainya operasi komersial proyek. Angka itu menjadikannya salah satu sumber pasokan LNG domestik terbesar yang dikunci PGN untuk jangka panjang.

Menurut Arief, kombinasi pasokan gas pipa dan LNG menjadi strategi perusahaan mengantisipasi dinamika ketersediaan pasokan. Kebutuhan gas bumi yang dilayani mencakup sektor industri, komersial, dan kelistrikan.

“Diversifikasi sumber pasokan, baik melalui gas pipa maupun LNG, diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas pengelolaan portofolio gas bumi PGN,” kata Arief.

Siapa yang Diuntungkan

Pelanggan industri dan pembangkit listrik adalah pihak yang paling langsung merasakan dampak kesepakatan ini. Dengan sumber pasokan yang tersebar di beberapa pemasok, risiko gangguan akibat satu lapangan bermasalah atau satu proyek mundur bisa ditekan.

Volume dari Medco Sakakemang yang baru mengalir mulai 2027 dan PEP Sengeti pada 2028 menunjukkan PGN menyiapkan pasokan untuk beberapa tahun ke depan, bukan hanya kebutuhan tahun berjalan. Sementara LNG Abadi Masela memberi lapisan pasokan yang baru aktif setelah proyek beroperasi komersial.

Kesepakatan ini juga memperkuat sinergi Pertamina Group dalam memanfaatkan sumber daya gas bumi domestik. Posisi PGN sebagai Subholding Gas menempatkannya sebagai penghubung antara pemasok hulu, infrastruktur pipa dan LNG, serta penyaluran ke pelanggan.

Bagi pasar, tujuh dokumen dalam satu forum menunjukkan PGN bergerak aktif mengunci pasokan di tengah ketatnya persaingan memperebutkan gas bumi domestik. Kepastian volume dari hulu menjadi prasyarat sebelum perusahaan bisa menjanjikan layanan jangka panjang ke pelanggan besar.

Reporter: Mirza Fachri
Sumber: tambang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top