TARAKAN — Rektor Universitas Borneo Tarakan, Prof. Yahya Ahmad Zein, mengonfirmasi terbitnya SK tersebut saat ditemui, Selasa (13/10/26). Menurut dia, izin dari kementerian menjadi fondasi legalitas sebelum kampus menyusun langkah teknis operasional.
UBT belum menetapkan angka pasti daya tampung angkatan perdana 2027. Pihak rektorat masih harus mengajukan usulan kuota resmi ke kementerian untuk diverifikasi dan ditetapkan.
Prof. Yahya menyebut kehadiran Prodi Kehutanan akan menambah alokasi kuota penerimaan mahasiswa baru UBT di masa mendatang. Prodi ini juga dinilai memberi alternatif pendidikan yang relevan bagi generasi muda di Kalimantan Utara.
"SK dari Menteri terkait izin pembukaan prodi anyar ini sudah resmi keluar. Ini menjadi pijakan awal bagi kami di kampus untuk mempersiapkan segalanya. Kehadiran Prodi Kehutanan diyakini akan menambah alokasi kuota penerimaan mahasiswa baru UBT di masa mendatang, sekaligus memberikan alternatif pendidikan yang sangat relevan bagi generasi muda di Kalimantan Utara," papar Prof. Yahya.
Kalimantan Utara memiliki bentang alam dan kawasan hutan luas yang bernilai strategis dari sisi ekonomi, konservasi, maupun keseimbangan ekosistem global. Prof. Yahya menekankan perlunya intervensi akademis dan ketersediaan sumber daya manusia terampil berwawasan lingkungan untuk mengelola kekayaan alam tersebut.
Pembukaan prodi ini diharapkan melahirkan lulusan yang siap berkontribusi pada tata kelola kehutanan berkelanjutan di Kaltara.
UBT tidak memulai Prodi Kehutanan dari nol. Kampus telah memiliki sejumlah dosen berlatar keilmuan kehutanan yang tersebar di program studi bawah naungan Fakultas Pertanian.
Jurusan baru ini akan menjadi wadah integrasi atau homebase bagi para pengajar tersebut agar dapat berkiprah optimal sesuai spesialisasi keahlian mereka.
Selain mematangkan Prodi Kehutanan, UBT tengah memproses izin pembukaan Program Magister (S2) Pendidikan Dasar. Jenjang pascasarjana ini ditujukan memperkuat mutu tenaga pendidik dan kualitas pendidikan dasar di wilayah perbatasan.
Saat ini UBT mengelola 35 program studi aktif dari berbagai disiplin ilmu. Dengan beroperasinya Prodi Kehutanan dan rencana pembukaan prodi pascasarjana, portofolio akademik UBT diproyeksikan meningkat menjadi 36 program studi.