Vietnam Geser Thailand ke Posisi Kedua Pasar Penerbangan Komersial Asia Tenggara, Kini Ketinggalan RI

Penulis: Mirza Fachri  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:22:01 WIB
Penumpang melintas di area keberangkatan bandara, mencerminkan pergeseran pasar penerbangan komersial Asia Tenggara.

KALIMANTAN UTARA — Peta persaingan industri penerbangan Asia Tenggara mengalami pergeseran. Vietnam kini duduk di peringkat kedua pasar penerbangan komersial kawasan, melampaui Thailand yang turun ke posisi ketiga. Indonesia tetap bertahan di puncak, didukung besarnya volume perjalanan udara domestik.

Data ini menjadi penanda bagaimana struktur pasar penerbangan di kawasan berubah. Jika sebelumnya Thailand dikenal sebagai hub internasional utama, kini pertumbuhan pasar domestik yang masif menjadi pembeda utama.

Pasar Domestik Jadi Penentu Peringkat

Kunci kemenangan Vietnam dan Indonesia ada pada pasar domestik yang besar. Populasi penduduk yang banyak dan geografi kepulauan membuat transportasi udara menjadi kebutuhan pokok, bukan sekadar pilihan.

Thailand, yang lebih mengandalkan sektor pariwisata dan lalu lintas internasional, lebih rentan terhadap fluktuasi kunjungan wisatawan mancanegara. Sementara itu, basis penumpang domestik yang kuat memberikan pertumbuhan yang lebih stabil.

Implikasi bagi Maskapai dan Investor

Bagi pelaku industri, pergeseran ini mengubah arah strategi ekspansi. Maskapai yang ingin menambah pangsa pasar di Asia Tenggara kini perlu melihat lebih serius potensi rute domestik di Vietnam dan Indonesia.

Di sisi lain, persaingan di segmen internasional diprediksi semakin ketat. Maskapai dari Vietnam dan Indonesia punya modal permintaan domestik yang besar untuk mengisi kursi pada rute internasional, tekanan kompetitif bagi maskapai Thailand pun meningkat.

Proyeksi Pertumbuhan ke Depan

Dengan tren saat ini, jarak antara Vietnam dan Indonesia di puncak klasemen berpotensi menyempit. Pertumbuhan kelas menengah di Vietnam yang agresif menjadi pendorong utama permintaan penerbangan baru.

Namun, Indonesia masih punya pekerjaan rumah besar dalam hal konektivitas antarwilayah timur. Pemerataan infrastruktur dan regulasi yang mendukung akan menentukan apakah Indonesia bisa mempertahankan posisinya dalam jangka panjang.

Investasi di sektor aviasi, baik dari sisi maskapai maupun bandara, akan mengikuti arah pertumbuhan pasar ini. Investor perlu mencermati kebijakan pemerintah masing-masing negara terkait kapasitas bandara dan insentif penerbangan baru.

Reporter: Mirza Fachri
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top