Pencarian

Kelompok Wisata Pa' Kidang Makmur di Nunukan Perkuat Pengelolaan Buduk Udan Usai Pelatihan TNKM

Jumat, 02 Oktober 2026 • 17:01:01 WIB
Kelompok Wisata Pa' Kidang Makmur di Nunukan Perkuat Pengelolaan Buduk Udan Usai Pelatihan TNKM
Peserta pelatihan Balai TNKM mengikuti materi teknik komunikasi pemanduan wisata di Nunukan.

NUNUKAN — Pelatihan yang digelar Balai TNKM menyasar peningkatan kapasitas sumber daya manusia kelompok masyarakat di kawasan penyangga. Materi disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kalimantan Utara, Ivan Kansil, yang juga CEO/Founder PT Paguntaka Jaya Tours & Travel.

Peserta menerima materi teknik komunikasi pemanduan, alur standar pelayanan dari pembukaan hingga penutupan kegiatan, komunikasi nonverbal, serta cara mengatasi rasa gugup saat memandu wisatawan. Ada pula materi pengelolaan homestay yang mencakup prinsip pelayanan prima dan teknik menangani keluhan tamu.

Buduk Udan dan Jalur Pemantauan Rafflesia pricei

Buduk Udan menawarkan panorama pegunungan, lautan awan, matahari terbit dan terbenam, serta pemandangan desa-desa di sekitarnya. Kawasan ini juga menjadi salah satu akses menuju Taman Nasional Kayan Mentarang.

Jalur Buduk Udan memiliki nilai konservasi karena menjadi salah satu lokasi pemantauan bunga Rafflesia pricei yang dibina Balai TNKM. Praktik lapangan dalam pelatihan mencakup simulasi public speaking, teknik navigasi di jalur pendakian, dan penerapan prinsip konservasi dalam kegiatan wisata.

30 Pengunjung per Bulan, Homestay Belum Siap

Ketua Kelompok Tani Pa' Kidang Makmur, Doni, menyebut kelompoknya sudah mulai menerima kunjungan sebelum pelatihan meski jumlahnya terbatas. Rata-rata sekitar 30 pengunjung datang setiap bulan dan sebagian besar berasal dari masyarakat lokal.

"Biasanya satu kali, kadang dua kali dalam satu bulan kunjungan. Kalau dihitung, sekitar 30 orang dalam satu bulan," ujar Doni, Jumat (02/10/2026).

Doni mengakui kesiapan fasilitas, khususnya homestay, masih menjadi tantangan. Saat pelatihan berlangsung, kelompok belum memiliki homestay yang siap menerima wisatawan secara optimal.

"Tujuannya untuk meningkatkan SDM dan memenuhi unsur 4F. Dari seluruh materi, yang paling bermanfaat bagi kami adalah pelayanan prima," kata Doni.

Pemandu Dituntut Membangun Pengalaman, Bukan Sekadar Menunjuk Lokasi

Ivan Kansil menekankan kesiapan sumber daya manusia sebagai unsur penting pengembangan destinasi wisata. Pemandu tidak hanya bertugas menunjukkan lokasi kepada wisatawan, tetapi juga menyampaikan informasi dan membangun pengalaman selama perjalanan.

"Pemandu wisata harus mampu berkomunikasi dengan baik, memahami kebutuhan wisatawan dan memberikan pelayanan yang membuat pengunjung merasa nyaman selama berada di destinasi," jelas Ivan.

Pada hari kedua, peserta mendapat materi strategi pemasaran homestay di era pariwisata 4.0, termasuk pemanfaatan media sosial dan peluang kerja sama dengan platform Online Travel Agent (OTA).

Konservasi Jadi Syarat Pengembangan Wisata

Kepala SPTN Wilayah I Long Bawan Balai TN Kayan Mentarang, Hery Gunawan, menyatakan pengembangan wisata alam di kawasan penyangga perlu dibangun melalui peningkatan kapasitas masyarakat sekitar. Warga berperan menjaga sekaligus mengembangkan potensi wisata di wilayahnya.

"Pengembangan wisata alam tidak hanya berbicara mengenai potensi destinasi, tetapi juga kesiapan masyarakat dalam mengelolanya, karena itu, peningkatan kapasitas kelompok menjadi bagian penting agar wisata dapat berkembang sekaligus tetap menjaga kelestarian alam," ujar Hery, Jumat (02/10/2026).

Doni menyebut kelompoknya semakin memahami bahwa pengelolaan wisata tidak hanya mengandalkan keindahan alam. Kemampuan memandu, berkomunikasi dengan pengunjung, menerima tamu, dan mempersiapkan kebutuhan wisatawan ikut menentukan pengalaman wisata.

"Kelompok akan lebih semangat lagi dalam mengelola wisata Buduk Udan dan meningkatkan pengelolaannya agar lebih baik. Kami juga belajar cara memandu kunjungan dan cara menerima tamu di homestay," ujarnya.

Follow infobulungan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: intikatanusantara.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks