SANGATTA — Pemkab Kutim tidak hanya mengandalkan proyek infrastruktur fisik untuk mengejar ketertinggalan. Lewat jalur pendidikan, mereka mencetak tenaga ahli yang siap mengelola sumber daya alam sendiri. Beasiswa Indonesia-China 2026 menjadi salah satu ujung tombaknya.
Program ini dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan industri hilirisasi yang selama ini bergantung pada tenaga asing. Peserta tidak hanya akan menempuh pendidikan di China, tetapi juga mendapatkan pelatihan teknis langsung di sektor pertambangan dan pengolahan mineral.
“Kami ingin anak-anak Kutim tidak hanya jadi penonton di negeri sendiri. Dengan beasiswa ini, mereka bisa belajar langsung dari negara yang sudah maju industrinya,” ujar perwakilan GEM dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.
Beasiswa ini menyasar lulusan SMA/SMK sederajat dengan nilai akademik minimal rata-rata 8. Selain itu, calon peserta harus memiliki kemampuan bahasa Inggris yang dibuktikan dengan skor TOEFL minimal 500. Prioritas diberikan kepada siswa dari keluarga kurang mampu dan berdomisili di wilayah sekitar kawasan industri Kutim.
Proses seleksi akan dilakukan secara ketat oleh tim gabungan dari GEM dan Dinas Pendidikan setempat. Peserta yang lolos akan menjalani program persiapan bahasa Mandarin selama satu tahun sebelum memulai perkuliahan inti.
China dipilih karena penguasaan teknologinya dalam pengolahan nikel, bauksit, dan mineral kritis lainnya. Selama ini, Indonesia masih mengirim bahan mentah ke luar negeri. Dengan beasiswa ini, pemerintah berharap lulusannya bisa memutus rantai ketergantungan tersebut.
“Ini investasi jangka panjang. Ketika mereka pulang, mereka bukan sekadar sarjana, tapi operator pabrik dan perancang teknologi pengolahan,” tambah sumber yang sama.
Program ini menargetkan melahirkan 100 tenaga ahli dalam lima tahun ke depan. Mereka akan ditempatkan di pabrik-pabrik hilirisasi di Kutim dan sekitarnya. Pemkab telah menyiapkan skema penempatan kerja bagi lulusan agar tidak ada masa tunggu yang panjang.
Bagi warga Kutim yang berminat, pendaftaran bisa dilakukan secara online melalui portal resmi beasiswa GEM Indonesia. Batas akhir pengumpulan berkas adalah akhir Februari 2026. Informasi lebih lanjut bisa didapatkan di kantor Dinas Pendidikan setempat.