NUNUKAN — Pawai Budaya dan Carnaval Kendaraan Hias memeriahkan peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Nunukan tahun 2026. Rute dimulai dari Jalan Lingkar, dekat Pelabuhan Tunon Taka, dan berakhir di Paras Perbatasan.
Arpiah bersama Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, Wakil Bupati Hermanus, dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berjalan kaki di barisan terdepan. Posisi itu menjadi tanda dimulainya rangkaian pawai dan karnaval.
Kreativitas Peserta Warnai Rute Pelabuhan hingga Paras Perbatasan
Peserta menampilkan beragam kreativitas lewat pawai budaya dan kendaraan hias. Kegiatan berlangsung meriah sepanjang rute yang dilalui.
Bagi warga Nunukan, panggung jalanan ini menjadi ruang menampilkan kekayaan budaya daerah. Ajang serupa juga memperkuat kebersamaan antarwarga di wilayah perbatasan.
Arpiah: Momentum Tumbuhkan Rasa Bangga terhadap Identitas Daerah
Arpiah menilai pawai budaya dan carnaval kendaraan hias bukan sekadar rangkaian seremonial hari jadi. Menurutnya, kegiatan itu menjadi momentum menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas dan keberagaman budaya Kabupaten Nunukan.
"Kegiatan ini penuh warna, kreativitas, dan kebersamaan. Lomba Pawai Budaya dan Carnaval Kendaraan Hias menjadi momentum untuk menampilkan kekayaan budaya, mempererat persatuan, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap Kabupaten Nunukan tercinta," ujar Arpiah.
Ia berharap kegiatan tersebut memperkuat semangat persatuan dan kecintaan masyarakat terhadap daerah. Dorongan serupa diharapkan mendorong partisipasi warga dalam pembangunan.
"Semoga melalui kegiatan ini, semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap daerah semakin kuat, menjadi energi untuk terus membangun Nunukan yang maju, sejahtera, dan berdaya saing," katanya.
Harapan untuk Nunukan di Usia ke-27
Arpiah juga menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-27 Kabupaten Nunukan. Ia berharap daerah perbatasan tersebut terus berkembang dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.
Peringatan hari jadi tahun ini menempatkan pawai budaya dan karnaval kendaraan hias sebagai kegiatan utama yang melibatkan masyarakat lintas kampung. Rangkaian perayaan diharapkan berdampak pada penguatan identitas daerah sekaligus kebersamaan warga Nunukan.