NUNUKAN — Jalan rusak di RT 02, Desa Binusan, Kabupaten Nunukan, sudah berulang kali menimbulkan kecelakaan. Lubang di badan jalan membuat pengendara sulit menghindar, terutama saat melintas di titik rawan tersebut.
Keluhan disampaikan Ketua RT 02 Binusan, Jumain. Ia menyebut lokasi itu menjadi langganan kecelakaan warga. "Sebagai warga Binusan, kami sering kali mendapat kecelakaan di situ. Jadi harapan kami agar jalan itu cepat-cepat diperbaiki," kata Jumain, Kamis (17/9/2026).
Sejumlah Pengendara Terjatuh karena Tak Bisa Hindari Lubang
Jumain menuturkan, sudah ada beberapa orang yang jatuh saat melintas. Penyebab utamanya pengendara tidak sempat menghindari lubang di jalan.
"Ada beberapa orang yang jatuh di situ. Saya tidak tahu ada berapa jumlahnya, yang jelas sudah ada yang kecelakaan di situ," ujarnya.
Warga menilai perbaikan tidak bisa ditunda lagi. Pasalnya, kondisi jalan terus memburuk dan membahayakan siapa saja yang melintas, terutama malam hari.
Acara Iraw di Depan Mata, Mobilitas Warga Diprediksi Melonjak
Desakan warga menguat karena acara besar Iraw akan digelar dalam waktu dekat. Ribuan orang diprediksi memadati kawasan itu saat acara berlangsung.
Mobilitas warga di sekitar RT 02 dipastikan meningkat tajam. Jika jalan masih berlubang, risiko kecelakaan disebut semakin besar.
"Betul, maka dari itulah harapan kami kepada pemerintah kalau bisa secepatnya jalan ini diperbaiki, sebelum ada acara Iraw ini," pungkas Jumain.
Warga Tunggu Aksi Nyata Pemkab Nunukan
Hingga kini, warga masih menunggu langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Nunukan. Mereka berharap perbaikan jalan direalisasikan, bukan sekadar janji.
Perbaikan sebelum Iraw dinilai krusial untuk mencegah korban berikutnya. Jalan rusak di RT 02 Binusan menjadi ujian bagi respons cepat Pemkab Nunukan terhadap keluhan warga di lapangan.