Pencarian

Rute Penerbangan Tarakan–Tawau Tertunda, Bandara Juwata Percepat Persiapan Fasilitas Imigrasi dan Keamanan

Kamis, 03 September 2026 • 20:51:01 WIB
Rute Penerbangan Tarakan–Tawau Tertunda, Bandara Juwata Percepat Persiapan Fasilitas Imigrasi dan Keamanan
Bandara Juwata Tarakan mempercepat persiapan fasilitas imigrasi dan keamanan untuk mendukung operasional penerbangan internasional.

TARAKAN — Otoritas Bandara Juwata Tarakan menggelar rapat lintas instansi untuk mematangkan kesiapan fasilitas, alur penumpang, serta prosedur bea cukai, imigrasi, dan karantina (CIQ) bagi operasional penerbangan internasional. Langkah ini menindaklanjuti penetapan kembali status bandara sebagai bandara internasional melalui peraturan menteri terbaru.

Rapat membahas kebutuhan teknis yang masih harus dipenuhi, mulai dari penataan ruang pemeriksaan imigrasi hingga ketersediaan perangkat pendukung seperti X-Ray cadangan dan jaringan internet. Kepala Bidang Teknik dan Operasi Bandara Juwata Tarakan, Fahrudin Rahmad, menyatakan prioritas utama adalah memenuhi persyaratan regulasi yang bersifat mandatori, bukan sekadar melengkapi seluruh fasilitas secara menyeluruh.

"Prioritas utama bukan hanya penyempurnaan seluruh fasilitas, tetapi terlebih dahulu memastikan terpenuhinya persyaratan regulasi yang bersifat mandatori serta tersedianya mitigasi operasional untuk kekurangan yang masih ada," ujarnya, Selasa (17/9/2024).

Mengapa Penerbangan Perdana Wings Air Tertunda?

Rute Berau–Tarakan–Tawau direncanakan dilayani Wings Air menggunakan pesawat ATR 72 dengan frekuensi awal tiga kali per pekan. Namun, penerbangan perdana yang dijadwalkan pada 1 September 2026 belum dapat direalisasikan karena proses perizinan rute yang masih berjalan.

Penundaan ini tidak menghalangi percepatan persiapan di sisi bandara. Sebaliknya, masa tunggu perizinan dimanfaatkan untuk merampungkan berbagai kebutuhan teknis yang belum tersedia, termasuk penataan ruang imigrasi seluas 3x6 meter yang akan dibagi menjadi tiga sekat.

Persiapan Fasilitas Keberangkatan Internasional

Pada area keberangkatan, alur penumpang akan dimulai dari check-in, pemeriksaan keamanan (SCP), imigrasi, ruang tunggu internasional, hingga boarding gate. Petugas imigrasi membutuhkan ruang pemeriksaan khusus serta penyesuaian meja untuk mendukung sistem face recognition.

Dari sisi keamanan, bandara menyiapkan X-Ray cadangan sebagai antisipasi apabila perangkat utama mengalami gangguan. Kemampuan pemeriksaan manual juga menjadi syarat yang harus dipastikan sebelum operasional dimulai.

Maskapai Wings Air akan menggunakan check-in counter 1 dan 2 yang masih memerlukan penambahan atau perbaikan peralatan. Ketersediaan listrik serta jaringan Wi-Fi/LAN untuk sistem operasional daring menjadi perhatian tersendiri dalam rapat tersebut.

Alur Kedatangan dan Penanganan Karantina Kesehatan

Untuk penumpang yang tiba dari luar negeri, bandara menyiapkan area transisi tertutup setelah turun dari pesawat. Area ini akan dilengkapi fasilitas Visa on Arrival (VOA), thermal scanner, serta ruang observasi bagi penumpang dengan suhu tubuh di atas normal.

Fahrudin menjelaskan, penumpang yang menunjukkan gejala akan diarahkan terlebih dahulu ke ruang observasi karantina sebelum melanjutkan proses pemeriksaan. Tiga ruangan yang tersedia di area kedatangan direncanakan digabung menjadi satu area lebih luas menggunakan tirai portabel.

Penetapan kawasan pabean juga menjadi bagian penting dalam persiapan ini. Dalam pembahasan sementara, terdapat kesepakatan untuk menetapkan seluruh area airside sebagai kawasan pabean, sehingga pengawasan barang bawaan penumpang dapat dilakukan lebih ketat.

Keterbatasan Peralatan dan Skema Antisipasi

Salah satu kendala yang diakui dalam rapat adalah ketersediaan satu unit X-Ray untuk pemeriksaan bagasi tercatat, baik domestik maupun internasional. Untuk mengantisipasi tercampurnya bagasi, maskapai akan memberikan pita atau tanda khusus pada bagasi internasional agar mudah diidentifikasi petugas ground handling.

Toilet dan kamar mandi di area kedatangan harus berada di luar area clearance. Sementara itu, kaca pada area kedatangan internasional perlu diberi sandblast atau film privasi untuk menjaga keamanan.

Jadwal Penyelesaian dan Koordinasi Lanjutan

Seluruh pihak yang terlibat akan melakukan tinjauan lapangan, pengukuran langsung, dan penataan ruang dalam waktu dekat. Koordinasi intensif antarinstansi ditargetkan mampu memenuhi kebutuhan utama dalam kurun satu hingga dua minggu, menyesuaikan dengan proses perizinan rute yang masih berjalan.

Badan Karantina Indonesia juga akan dilibatkan dalam penanganan produk pertanian dan hewan yang berkaitan dengan penerbangan internasional. Kesiapan petugas dan fasilitas pendukung menjadi agenda yang dipantau secara berkala hingga seluruh persyaratan dinyatakan lengkap.

Follow infobulungan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: benuanta.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks