KALIMANTAN UTARA — Penerbangan jarak jauh maupun pendek selalu membawa satu pertanyaan praktis: pakaian apa yang nyaman sekaligus aman dikenakan selama berjam-jam di dalam kabin? Aturan umum yang kerap disosialisasikan memang hanya berputar pada larangan benda tajam atau cairan melebihi ketentuan. Namun, bagi mereka yang bekerja di ketinggian 10.000 meter, pilihan busana penumpang sama pentingnya dengan barang bawaan.
Mengapa Kaki Harus Tertutup Total?
Charity Nelms, pramugari dengan 11 tahun pengalaman, menegaskan bahwa celana pendek, rok, dan gaun sebaiknya dihindari selama penerbangan. Alasannya sederhana: jenis pakaian tersebut membuat kulit kaki bersentuhan langsung dengan permukaan kursi.
Bahkan ketika penumpang menyemprotkan disinfektan sendiri, kebersihan kursi pesawat tidak bisa dijamin. "Kenakan celana panjang. Percayalah, saya pernah melihat hal-hal yang sangat menjijikkan," ucapnya seperti dikutip dari The Independent UK.
Peringatan serupa datang dari Cher Killough, pramugari berbasis di Dallas, Texas. Kepada para pengikutnya di TikTok pada April lalu, ia menyampaikan fakta yang jarang terpikirkan. "Coba tebak berapa banyak popok yang diganti di kursi pesawat kemarin dalam satu penerbangan saya? Empat," ungkapnya.
Seberapa Sering Kursi Pesawat Dibersihkan?
John Alford, wakil presiden ABM Aviation—perusahaan penyedia layanan kebersihan maskapai—menjelaskan bahwa pembersihan cepat dilakukan di sela-sela penerbangan. Proses ini hanya berfokus pada area dapur, toilet, dan pengangkutan sampah dari kabin.
Pembersihan yang lebih intensif baru dilakukan setelah pesawat menempuh penerbangan jarak jauh 8-10 jam dan dijadwalkan tidak terbang hingga keesokan harinya. "Pembersihan ini lebih intensif dengan fokus utama pada area penumpang di sekitar kursi," tambah Alford kepada How Stuff Works.
Frekuensi pembersihan menyeluruh ini bervariasi antar-maskapai. Singapore Airlines mengklaim melakukannya setiap bulan. British Airways menjadwalkannya setiap sekitar 500 jam terbang, sementara American Airlines mengonfirmasi interval 45 hari, sebagaimana dilaporkan Simple Flying dan One Mile at a Time pada 2023.
Pilihan Pakaian Alternatif untuk Penerbangan
Bagi traveler yang tetap ingin tampil nyaman namun terlindungi, celana panjang berbahan ringan menjadi pilihan paling masuk akal. Hindari bahan jeans tebal yang justru membuat gerah di kabin bersuhu dingin, dan pilih celana linen atau katun yang menyerap keringat.
Saat berkunjung ke destinasi tropis seperti Indonesia, langkah membawa celana panjang cadangan di tas tangan bisa menjadi solusi. Selesaikan penerbangan dengan celana panjang, lalu ganti dengan celana pendek setelah tiba di bandara tujuan. Selain aman dari risiko kontaminasi kursi, Anda juga siap menghadapi suhu kabin yang kerap dingin karena pendingin udara.
Perlu diingat pula bahwa permukaan lain seperti sandaran tangan dan meja lipat juga menyimpan bakteri. Untuk perjalanan keluarga, membawa tisu basah antiseptik untuk menyeka area yang sering disentuh adalah kebiasaan baik yang patut dipertahankan.
Kesimpulannya, pilihan busana saat terbang lebih dari sekadar gaya—ini soal menjaga kesehatan selama perjalanan. Dengan celana panjang dan kebiasaan membersihkan area sekitar tempat duduk, pengalaman terbang Anda bisa jauh lebih nyaman dan higienis.