Warga Bulungan yang menjemput atau berencana naik Damri dari arah Tana Tidung bisa memanfaatkan keberangkatan pukul 10.00 WITA pada Rabu, 2 September 2026 dari terminal Jalan Perintis, Tideng Pale.
Rute ini turut melayani penumpang menuju Panca Agung dan Sekatak Buji, dua wilayah yang berada di Kabupaten Bulungan, sehingga menjadi salah satu jalur transportasi darat penting bagi warga lintas kabupaten.
| Rute | Tarif |
|---|---|
| Tideng Pale (KTT) - Tanjung Selor | Rp85.000 |
| Sesayap - Tanjung Selor | Rp85.000 |
| Tideng Pale (KTT) - Panca Agung/Pimping | Rp80.000 |
| Sekatak Buji - Tanjung Selor | Rp85.000 |
| Panca Agung - Tanjung Selor | Rp60.000 |
| Tideng Pale (KTT) - Sekatak Buji | Rp50.000 |
Berikut yang perlu disiapkan penumpang sebelum naik Damri:
| No | Tips |
|---|---|
| 1 | Datang lebih awal ke terminal untuk memastikan ketersediaan kursi |
| 2 | Siapkan uang tunai sesuai tarif rute yang dituju |
| 3 | Bawa identitas diri untuk keperluan pendataan penumpang |
| 4 | Perhitungkan waktu tempuh sekitar 4 jam dari Sesayap menuju Tanjung Selor |
| 5 | Konfirmasi jadwal ke petugas terminal H-1 jika membawa barang dalam jumlah besar |
Pertanyaan Seputar Layanan Ini
Apa itu Panca Agung dan Sekatak Buji?
Panca Agung berada di Kecamatan Tanjung Palas Utara, sedangkan Sekatak Buji adalah desa di Kecamatan Sekatak, keduanya di Kabupaten Bulungan.
Berapa tarif dari Panca Agung menuju Tanjung Selor?
Rp60.000 untuk sekali perjalanan.
Apakah Damri ini melayani penumpang dari Malinau juga?
Tidak, rute khusus Malinau menggunakan armada yang lebih kecil dan berbeda dari rute Tanjung Selor ini.
Mengapa kapasitas bus rute ini cukup besar?
Karena permintaan penumpang menuju Tanjung Selor cukup tinggi, sehingga digunakan armada besar berkapasitas 45 orang.
Bagaimana jika penumpang ingin turun di Panca Agung, bukan Tanjung Selor?
Penumpang cukup menginformasikan tujuan saat membeli tiket agar tarif yang dikenakan sesuai.