TARAKAN — Turunnya hujan setelah wilayah Kaltara dilanda kekeringan selama kurang lebih dua pekan membawa dampak ganda. Selain membasahi tanah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tarakan mencatat penurunan drastis jumlah titik panas yang sebelumnya mendominasi peta kebakaran hutan dan lahan.
"Berdasarkan acuan dari peta hotspot Kementerian Kehutanan, terkonfirmasi bahwa jumlah titik panas di wilayah Kaltara dalam dua hari ke belakang mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya," kata Ida Bagus Gede Yamuna saat dikonfirmasi, Kamis (27/8/2026).
Ida Bagus menjelaskan bahwa air hujan yang turun berperan ganda. Tidak hanya membersihkan partikel polutan yang melayang, tetapi juga membasahi ranting kering dan permukaan tanah yang sebelumnya rentan memicu kebakaran.
Dua Faktor Pemicu Hujan di Tengah Musim Kemarau
Kemunculan hujan di tengah periode kering ini bukan tanpa sebab. BMKG Tarakan mengidentifikasi dua faktor utama yang bekerja bersamaan dan memicu terbentuknya awan hujan Cumulonimbus di sebagian besar wilayah Kaltara.
Faktor pertama bersifat regional, yakni terjadinya perlambatan dan belokan arah angin di sekitar Kaltara. Kondisi ini serupa dengan tikungan jalan di udara yang membuat uap air berkumpul dan menumpuk di atas langit. Faktor kedua datang dari pemanasan permukaan yang intens beberapa hari sebelumnya, mempercepat penguapan air yang kemudian bertemu dengan tumpukan uap air tersebut.
Kaltara Wilayah Non-ZOM, Hujan Bisa Turun Kapan Saja
Ida Bagus membenarkan bahwa ini merupakan hujan kedua setelah wilayah tersebut tidak diguyur hujan selama kurang lebih dua minggu. Menurutnya, fenomena ini wajar terjadi karena Kaltara termasuk kawasan Non-ZOM atau tidak memiliki Zona Musim yang jelas.
"Artinya, wilayah kita ini tidak memiliki batasan bulan yang jelas antara musim hujan dan musim kemarau. Hujan bisa turun sepanjang tahun, dan lebih bersifat sporadis di tengah periode kering," paparnya.
Peringatan Dini: Hujan Masih Akan Mengguyur Pagi Ini
BMKG Tarakan baru saja merilis pembaruan peringatan dini cuaca pada pukul 05.00 Wita. Hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat diprakirakan masih mengguyur Tarakan hingga pukul 08.00 Wita.
Hingga reportase ini diturunkan, kondisi langit Kota Tarakan tampak mendung disertai udara sejuk usai diguyur hujan subuh dini hari. Air hujan deras sempat terlihat di bawah paparan cahaya lampu jalan ketika mengguyur kota pada Kamis (27/8/2026) subuh, meninggalkan sisa awan tebal yang masih mendominasi pemandangan.