Pencarian

Kabut Asap Karhutla Mulai Selimuti Tanjung Selor, Pelayaran Speedboat ke Tarakan Dipastikan Tetap Normal

Minggu, 23 Agustus 2026 • 15:31:01 WIB
Kabut Asap Karhutla Mulai Selimuti Tanjung Selor, Pelayaran Speedboat ke Tarakan Dipastikan Tetap Normal
Kabut asap karhutla mulai menyelimuti Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor, namun operasional 21 armada speedboat rute Tanjung Selor–Tarakan tetap berjalan normal pada Sabtu (23/8).

Petugas Kesyahbandaran Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor memastikan operasional 21 armada speedboat rute Tanjung Selor–Tarakan masih berjalan normal pada Sabtu (23/8) meski kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti wilayah tersebut. Kepastian ini diberikan di tengah peringatan BMKG yang mencatat jarak pandang di sejumlah titik hanya berkisar 3-4 kilometer, jauh di bawah ambang aman untuk penerbangan pesawat besar.

TANJUNG SELOR — Aktivitas pelayaran warga di perbatasan Kalimantan Utara belum terganggu oleh kabut asap. Kepala Pos Kesyahbandaran Pelabuhan Kayan II, Ariyanto, menyebut seluruh speedboat tujuan Tarakan tetap melayani penumpang seperti biasa.

“Untuk pelayanan penumpang speedboat di Pelabuhan Kayan II masih berjalan normal dan speedboat dari Tanjung Selor – Tarakan PP tetap langsung melayani seperti biasa,” ujar Ariyanto di Tanjung Selor, Sabtu (23/8).

21 Armada Berangkat, 876 Penumpang Terlayani

Data dari pos kesyahbandaran mencatat sebanyak 21 armada speedboat berangkat menuju Kota Tarakan pada hari ini. Jumlah penumpang yang terlayani mencapai 876 orang untuk keberangkatan.

Aktivitas serupa juga tercatat pada Jumat (22/8) kemarin, dengan total 20 kapal yang beroperasi. Rinciannya, 446 penumpang tiba di Tanjung Selor dan 1.006 penumpang diberangkatkan menuju Tarakan.

Penerbitan SPB Sepenuhnya Mengacu pada Prediksi BMKG

Kesyahbandaran menegaskan keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas utama. Setiap penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) selalu berpatokan pada prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Saat ini masih aman berlayar. Kami cuma berpatokan pada prediksi BMKG, karena setiap penerbitan SPB dilampirkan lembar prediksi cuaca dari BMKG,” ungkap Ariyanto.

Kebijakan ini memastikan kapal tidak akan diizinkan berlayar jika BMKG mengeluarkan peringatan cuaca buruk yang membahayakan penumpang.

Jarak Pandang 3-4 Kilometer, Penerbangan Pesawat Besar Tidak Direkomendasikan

Di sisi lain, Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan, Dewi Paramitha, mengonfirmasi bahwa asap karhutla mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Utara, khususnya Tanjung Selor di Kabupaten Bulungan.

“Untuk jarak pandang saat ini 3-4 meter yang mana untuk penerbangan khususnya pesawat besar tidak direkomendasikan,” kata Dewi Paramitha.

Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi moda transportasi udara, meskipun untuk pelayaran laut dinilai masih dalam batas aman.

Dinkes Kaltara Imbau Wajib Pakai Masker N95 atau KN95

Menyikapi kualitas udara yang mulai memburuk, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Utara mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat, terutama bagi pekerja yang beraktivitas di luar ruangan, untuk menggunakan masker.

“Penggunaan masker sangat penting untuk mengurangi paparan partikel halus yang terkandung dalam asap kebakaran,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kaltara, Yuan Erenst Sukawatie.

Yuan menekankan bahwa masker kain atau masker medis biasa tidak lagi cukup efektif untuk menyaring partikel halus (PM2.5) yang berbahaya bagi saluran pernapasan. Dinkes merekomendasikan penggunaan masker dengan filtrasi tinggi seperti N95, KN95, atau KF94.

“Tidak dianjurkan mengandalkan masker kain atau masker medis biasa ketika kondisi udara dipenuhi asap dan partikel halus. Jadi, gunakan masker yang lebih rapat seperti N95, KN95 atau KF94,” pesannya.

Follow infobulungan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltara.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks