Pencarian

Mengenal Tradisi Pengurung, Ritual Pernikahan Adat Suku Dayak Bulusu di Kalimantan Utara yang Diwariskan Turun-Temurun

Rabu, 24 Juni 2026 • 15:08:01 WIB
Mengenal Tradisi Pengurung, Ritual Pernikahan Adat Suku Dayak Bulusu di Kalimantan Utara yang Diwariskan Turun-Temurun
Ritual Pengurung dalam pernikahan adat Suku Dayak Bulusu di Kalimantan Utara tetap dijaga sebagai warisan leluhur.

TANJUNG SELOR — Masyarakat Suku Dayak Bulusu di Kalimantan Utara hingga kini masih memegang teguh tradisi Pengurung dalam setiap prosesi pernikahan adat. Ritual ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol penghormatan terhadap leluhur dan pengikat hubungan kekeluargaan.

Makna di Balik Prosesi Pengurung

Tradisi Pengurung menjadi penanda sahnya ikatan pernikahan secara adat. Rangkaian acara ini melibatkan tetua adat, keluarga kedua mempelai, serta seluruh elemen masyarakat kampung. Setiap tahapan memiliki makna filosofis yang dalam, mulai dari doa bersama hingga pemberian nasihat kepada pasangan pengantin.

Prosesi ini biasanya digelar di kediaman mempelai perempuan atau di balai adat setempat. Kehadiran pemangku adat menjadi syarat mutlak agar ritual berjalan sesuai pakem yang diwariskan nenek moyang.

Warisan Budaya yang Tetap Hidup

Suku Dayak Bulusu merupakan salah satu subsuku Dayak yang mendiami wilayah pesisir dan pedalaman Kalimantan Utara, terutama di Kabupaten Bulungan dan Tana Tidung. Meski pengaruh budaya luar kian deras, tradisi Pengurung masih dipertahankan sebagai identitas komunal.

Generasi muda setempat pun mulai dilibatkan dalam setiap penyelenggaraan adat. Tujuannya agar pengetahuan tentang tata cara dan nilai-nilai dalam tradisi Pengurung tidak punah seiring berjalannya waktu.

Bagaimana Tradisi Ini Diwariskan?

Proses pewarisan tradisi Pengurung dilakukan secara lisan dan praktik langsung. Anak-anak dan remaja Dayak Bulusu diajak menyaksikan serta membantu persiapan acara pernikahan adat sejak dini. Dengan begitu, mereka memahami urutan ritual dan makna di balik setiap gerakan serta doa yang diucapkan.

Selain itu, forum-forum adat dan festival budaya daerah kerap menjadi ajang memperkenalkan tradisi ini ke khalayak yang lebih luas. Pemerintah daerah setempat juga turut mendukung pelestarian melalui berbagai program kebudayaan.

Tradisi Pengurung membuktikan bahwa nilai-nilai leluhur masih relevan dan dijunjung tinggi oleh masyarakat Dayak Bulusu di Kalimantan Utara. Keberadaannya menjadi pengingat akan kekayaan budaya Nusantara yang patut dijaga bersama.

Bagikan
Sumber: 20.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks