Pencarian

Tur Pabrik Aptera: Menyaksikan Langsung Perjuangan Mobil Listrik Tenaga Surya yang Penuh Kontroversi

Kamis, 18 Juni 2026 • 23:29:01 WIB
Tur Pabrik Aptera: Menyaksikan Langsung Perjuangan Mobil Listrik Tenaga Surya yang Penuh Kontroversi
Prototipe Aptera dipajang di lobi pabrik sebagai bukti evolusi desain kendaraan listrik tenaga surya.

KALIMANTAN UTARA — Aptera bukan nama baru. Didirikan pertama kali pada 2005 dengan ambisi membuat kendaraan bensin irit 300+ mil per galon, perusahaan ini dua kali gulung tikar dan bangkit lagi. Kini, fokusnya beralih ke kendaraan listrik roda tiga yang mengandalkan panel surya sebagai sumber energi utama. Tim redaksi berkesempatan melihat langsung proses produksi di markas mereka di San Diego County, California.

Perubahan Desain Demi Efisiensi Aerodinamis

Di area lobi, beberapa generasi prototipe dipajang berjajar. Evolusi desain suspensi depan paling menarik perhatian. Aptera berkali-kali mengubah sistem suspensi untuk mengurangi gangguan aerodinamis di bagian depan kendaraan. Keputusan ini krusial karena efisiensi adalah kata kunci utama proyek ini.

Salah satu perubahan teknis paling mendasar adalah pemindahan motor listrik. Awalnya Aptera berencana menggunakan wheel hub motors (motor di dalam roda), namun rencana itu batal. "Motor hub yang mereka incar ternyata memiliki tingkat kegagalan tinggi dari pemasoknya," jelas pemandu tur. Akhirnya, Aptera beralih ke motor inboard yang lebih sederhana dalam proses manufaktur.

Bodi dari Italia, Panel Surya Buatan Sendiri

Hampir seluruh komponen bodi Aptera terbuat dari carbon fiber sheet molding compound (CF-SMC), material yang lebih kuat dari fiberglass. Semua bagian bodi ini diproduksi oleh CPC Group di Italia, lalu dikirim ke pabrik Carlsbad untuk direkatkan. Proses perakitan bodi hanya memakan waktu sekitar 10 menit per bagian karena material langsung dicetak jadi di cetakan.

Uniknya, ada satu area yang tidak boleh difoto: lini produksi panel surya. Aptera membuat mesin khusus untuk memproduksi panel surya melengkung yang menempel di bodi mobil. Setiap panel dibagi menjadi beberapa zona. Tujuannya, jika satu bagian terhalang bayangan, hanya zona itu yang kehilangan daya, bukan seluruh panel.

Efisiensi Sampai ke Sistem Kelistrikan

Aptera mengklaim mobilnya hanya memiliki sekitar 130 komponen utama. Jumlah yang sangat sedikit dibandingkan mobil konvensional. Semua komponen dirancang dengan fokus pada efisiensi daya. Contohnya, sistem ADAS (Advanced Driver-Assistance Systems) menggunakan prosesor Snapdragon 845 ARM yang hanya mengonsumsi 9 watt. Sistem komunikasi internal mobil pun menggunakan LIN (Local Interconnect Network) yang lebih hemat daya dan biaya dibandingkan CAN (Controller Area Network).

Sistem pengisian daya juga didesain ulang. Pengisian daya EV biasanya membutuhkan daya 200 watt untuk operasional sistem. Ini akan sangat boros jika mobil hanya diisi melalui panel surya yang menghasilkan sekitar 500 watt. Solusinya, Aptera membuat sistem bypass dengan daya operasional hanya 8-15 watt. Sistem pengisian penuh baru aktif saat mobil dicolok ke stopkontak.

Semua sistem ini dikendalikan oleh battery management system (BMS) dan power distribution unit (PDU) buatan Aptera sendiri. Dengan kendali penuh atas perangkat lunak, Aptera bisa memperbarui setiap modul mobil melalui udara (over-the-air) — kemampuan yang sangat penting bagi perusahaan rintisan.

Sikap Terbuka di Tengah Skeptisisme

Yang paling mencolok dari tur ini adalah keterbukaan Aptera. Tidak ada area yang disulap khusus untuk jurnalis. Bahkan kertas-kertas berserakan yang seharusnya dirapikan dibiarkan begitu saja. "Ini menunjukkan mereka tidak menyembunyikan apa pun," ujar tim redaksi. Meski begitu, publik masih menunggu bukti nyata: pengiriman unit pertama ke konsumen. Aptera harus membuktikan bahwa perusahaan yang sudah 20 tahun bergulat dengan mimpi ini akhirnya bisa memproduksi massal.

Bagikan
Sumber: electrek.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks