Pencarian

Bukan Sekadar Bandara, Angkasa Pura Sulap Bandara RHF Tanjungpinang Jadi Etalase Budaya Melayu

Jumat, 12 Juni 2026 • 14:12:01 WIB
Bukan Sekadar Bandara, Angkasa Pura Sulap Bandara RHF Tanjungpinang Jadi Etalase Budaya Melayu
Bandara RHF Tanjungpinang kini menghadirkan etalase budaya Melayu sebagai pintu utama pariwisata Kepulauan Riau.

KALIMANTAN UTARA — Bandara RHF Tanjungpinang perlahan bertransformasi. Dari sekadar gerbang kedatangan dan keberangkatan, bandara kelolaan PT Angkasa Pura Indonesia ini mulai disulap menjadi etalase budaya Melayu. Langkah ini diambil untuk memperkuat posisi bandara sebagai pintu utama pariwisata Kepulauan Riau.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara RHF, Mohamad Setiadi Dermawan Wakan, mengatakan pihaknya berkomitmen menampilkan kekayaan seni dan budaya Melayu sejak pertama wisatawan menginjakkan kaki di Tanjungpinang. “Kami ingin Bandara RHF bukan hanya menjadi tempat kedatangan dan keberangkatan penumpang, tetapi juga menjadi etalase budaya yang memperkenalkan identitas daerah kepada setiap pengunjung,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).

Alat Musik Gambus hingga Perlengkapan Tari Diserahkan ke Sekolah dan Sanggar

Komitmen itu diwujudkan lewat program TJSL InJourney Airports Upskilling for Aviation. Lewat program ini, Angkasa Pura menggandeng pemerintah kota, komunitas budaya, dan sanggar seni untuk menghidupkan nuansa Melayu di area bandara.

Sebagai langkah awal, perusahaan menyerahkan bantuan alat musik gambus kepada SMP Negeri 7 Tanjungpinang. Bantuan perlengkapan tari juga diberikan kepada Sanggar Seni Tari Sirih Besar Kota Tanjungpinang. Dukungan ini diharapkan memotivasi generasi muda untuk terus melestarikan budaya Melayu sebagai identitas daerah.

Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Inderi Zamar, mengapresiasi kolaborasi antara dunia pendidikan dan Angkasa Pura. Menurutnya, kerja sama lintas sektor menjadi strategi efektif untuk mengembangkan karakter siswa. “Hari ini kolaborasi tersebut dapat kita lihat secara nyata bersama PT Angkasa Pura Indonesia Bandara RHF,” katanya.

Bandara Sebagai Panggung Budaya untuk Dorong Pariwisata

Setiadi menjelaskan, bandara memiliki peran strategis dalam promosi pariwisata dan kebudayaan daerah. Sebagai salah satu pintu gerbang utama Kepulauan Riau, Bandara RHF dinilai punya posisi penting untuk menampilkan seni dan budaya Melayu. Lewat kegiatan budaya yang akan digelar secara berkala, wisatawan diharapkan bisa langsung merasakan kearifan lokal masyarakat Melayu sejak tiba di bandara.

Melalui program ini, Angkasa Pura Indonesia menegaskan komitmennya mendukung promosi pariwisata sekaligus pelestarian budaya Melayu di Kepulauan Riau, khususnya Kota Tanjungpinang. Bandara RHF tak lagi sekadar tempat naik-turun pesawat, melainkan ruang pengalaman yang memperkaya kunjungan wisatawan ke daerah berjuluk Bumi Gurindam tersebut.

Bagikan
Sumber: presmedia.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks