TANJUNG SELOR — Suasana LKSA Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa Rita Walidah Aisyiyah yang berlokasi di Jalan Rajawali Gang Delima RT 46, Tanjung Selor, berubah menjadi riuh rendah keceriaan. Puluhan anak asuh tampak antusias menyambut kedatangan Nilam, Putri Indonesia Kalimantan Utara, yang datang untuk berbagi kebahagiaan secara langsung.
Kegiatan yang berlangsung di panti asuhan tersebut tidak sekadar seremoni seremonial. Nilam terlibat aktif dalam berbagai aktivitas interaktif bersama anak-anak, mulai dari sesi melukis bersama, permainan ringan, hingga diskusi motivasi. Tawa dan senyum menghiasi ruangan sepanjang acara berlangsung, menciptakan ikatan emosional antara sang putri daerah dan para penghuni panti.
Bukan Sekadar Mahkota Prestasi
Di tengah keramaian, Nilam menegaskan bahwa gelar yang disandangnya memiliki tanggung jawab sosial yang besar. “Saya ingin menggunakan mahkota ini bukan hanya sebagai simbol prestasi, tetapi juga sebagai sarana untuk berbagi, menginspirasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan,” ucapnya.
Menurut Nilam, kunjungan ini merupakan wujud syukur dan kepedulian yang ingin ia bagikan langsung kepada anak-anak panti. Ia berharap kehadirannya mampu menyalakan kembali semangat mereka dalam meraih cita-cita, meskipun berada dalam keterbatasan. “Semoga kehadiran kami dapat memberikan kebahagiaan dan motivasi bagi adik-adik di sini untuk terus bermimpi dan percaya pada kemampuan mereka,” tambahnya.
Kebahagiaan dari Sisi Anak Asuh
Salah satu anak asuh, Aisyah, tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya. Ia mengaku baru pertama kali bertemu langsung dengan seorang Putri Indonesia. “Saya senang sekali bisa bertemu langsung dengan Kakak Putri Indonesia Kalimantan Utara. Kami bisa melukis bersama, bermain, dan mendapatkan banyak motivasi. Semoga Kakak selalu sukses dan bisa datang lagi ke sini,” ungkap Aisyah dengan penuh semangat.
Pengurus panti asuhan menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Nilam. Menurut mereka, kunjungan dari figur publik seperti Nilam memberikan dampak psikologis yang besar bagi anak-anak. Dukungan moral semacam ini dinilai mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan membuka wawasan mereka bahwa masa depan tetap cerah meskipun hidup di panti asuhan.
Aksi Nyata di Balik Gelar
Kunjungan ini menjadi bukti bahwa peran seorang Putri Indonesia tidak berhenti di panggung nasional. Nilam menunjukkan bahwa mahkota yang dikenakannya juga merupakan simbol pengabdian untuk hadir di tengah masyarakat, menebarkan kepedulian, dan memberikan harapan bagi mereka yang membutuhkan. Melalui aksi nyata ini, ia ingin menginspirasi banyak pihak bahwa setiap individu, apa pun latar belakangnya, bisa berbagi kebahagiaan kepada sesama.