NUNUKAN — Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Sekretariat Daerah memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai berjalan di wilayah Kecamatan Nunukan Timur. Peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nunukan Timur sekaligus pendistribusian perdana berlangsung di lokasi yang telah ditentukan.
Asisten II Setda Nunukan, yang mewakili Sekda dalam acara tersebut, menyebut program ini sebagai investasi jangka panjang bagi generasi muda daerah. "MBG bukan sekadar program pemberian makanan, tetapi merupakan investasi bagi generasi bangsa ke depan," ujarnya dalam sambutan peresmian.
SPPG Pertama di Nunukan Timur: Apa yang Didistribusikan?
SPPG Nunukan Timur menjadi unit pelayanan pertama di kawasan tersebut yang bertugas menyiapkan dan menyalurkan paket makanan bergizi. Program ini menyasar anak-anak sekolah dan ibu hamil di sejumlah desa dan kelurahan di Nunukan Timur.
Pendistribusian perdana dilakukan secara simbolis oleh Asisten II Setda Nunukan bersama jajaran Forkopimda setempat. Paket makanan yang dibagikan telah melalui proses penyusunan gizi sesuai standar yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan.
Mengapa MBG Jadi Prioritas Pemkab Nunukan?
Pemkab Nunukan menempatkan program ini sebagai prioritas karena angka stunting dan malnutrisi di wilayah perbatasan masih menjadi perhatian serius. Dengan adanya SPPG, pemerintah ingin memastikan setiap anak mendapatkan asupan gizi yang cukup tanpa terkendala jarak dan akses.
Kepala Dinas Pendidikan setempat yang turut hadir menambahkan bahwa program ini juga diharapkan meningkatkan konsentrasi belajar siswa. "Anak-anak yang sarapan dengan gizi seimbang cenderung lebih fokus di kelas," katanya.
Target dan Jadwal Distribusi Selanjutnya
Pemkab Nunukan menargetkan SPPG Nunukan Timur mampu melayani ratusan penerima manfaat setiap hari. Distribusi akan dilakukan secara bertahap dengan prioritas wilayah yang memiliki angka kekurangan gizi tertinggi.
Pemerintah daerah juga berencana menambah jumlah SPPG di kecamatan lain di Nunukan jika program ini berjalan efektif. Evaluasi berkala akan dilakukan setiap bulan untuk memastikan kualitas makanan dan ketepatan sasaran.
Program MBG di Nunukan merupakan bagian dari instruksi pemerintah pusat yang diturunkan ke daerah-daerah perbatasan. Nunukan Timur dipilih sebagai lokasi perdana karena akses geografisnya yang relatif lebih dekat dengan pusat kota dibandingkan kecamatan lain di pedalaman.