Pencarian

RS Sebatik Berbenah Jadi RSU Kelas D, Layanan Darurat Peserta JKN di Nunukan Tetap Gratis

Senin, 01 Juni 2026 • 15:10:25 WIB
RS Sebatik Berbenah Jadi RSU Kelas D, Layanan Darurat Peserta JKN di Nunukan Tetap Gratis
RS Sebatik resmi berstatus RSU Kelas D dengan peningkatan fasilitas dan tenaga medis.

NUNUKAN — Proses alih status Rumah Sakit Sebatik dari rumah sakit daerah menjadi RSU Kelas D tidak mengubah kewajiban fasilitas kesehatan itu terhadap peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dinkes P2KB Nunukan menegaskan layanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetap gratis bagi pemegang kartu BPJS Kesehatan.

Fokus pada Peningkatan Kelas dan Layanan IGD

Kepala Dinkes P2KB Nunukan, melalui Kabid Pelayanan Kesehatan, menekankan bahwa perubahan status ini justru bertujuan meningkatkan kapasitas pelayanan. “RSU Kelas D memiliki standar yang lebih tinggi dari sebelumnya. Kami pastikan tidak ada perubahan tarif untuk peserta JKN, khususnya di IGD,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima, Senin lalu.

Peningkatan status menjadi RSU Kelas D membawa konsekuensi penambahan sejumlah fasilitas dan tenaga medis. RS Sebatik kini harus memiliki minimal empat dokter spesialis dasar, yakni spesialis penyakit dalam, bedah, anak, dan obstetri-ginekologi.

Proses Transisi: Apa yang Berubah bagi Pasien?

Selama masa transisi, manajemen RS Sebatik tengah melengkapi administrasi dan sarana prasarana sesuai regulasi Kementerian Kesehatan. Pasien yang selama ini berobat jalan atau rawat inap tidak akan merasakan perubahan signifikan pada prosedur pendaftaran dan pelayanan.

Perubahan paling mendasar terjadi pada sistem rujukan. Sebagai RSU Kelas D, RS Sebatik kini memiliki kewenangan lebih luas dalam menangani kasus-kasus tertentu tanpa harus langsung merujuk ke rumah sakit di Tarakan atau Nunukan. Ini memangkas waktu dan biaya transportasi bagi warga Sebatik.

Dampak bagi Warga Perbatasan

Pulau Sebatik yang berbatasan langsung dengan Malaysia selama ini mengandalkan RS Sebatik sebagai satu-satunya fasilitas kesehatan milik pemerintah. Sebelumnya, banyak warga memilih berobat ke Tawau, Malaysia, karena keterbatasan layanan di dalam negeri.

Dengan peningkatan kelas ini, Pemkab Nunukan berharap warga Sebatik tidak lagi bergantung pada layanan kesehatan di negara tetangga. “Kami targetkan seluruh proses peralihan selesai sebelum akhir tahun. Setelah itu, RS Sebatik bisa melayani operasi kecil hingga persalinan dengan lebih optimal,” tambah Kabid Pelayanan Kesehatan.

Pemkab Nunukan mengalokasikan anggaran tambahan untuk pengadaan alat kesehatan dan rekrutmen tenaga dokter spesialis. Saat ini, proses lelang pengadaan alat kesehatan sedang berjalan dan ditargetkan rampung pada kuartal pertama tahun depan.

Bagikan
Sumber: radartarakan.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks