BULUNGAN — Data Kanwil Kemenag Kaltara menunjukkan distribusi hewan kurban tahun ini merata di lima kabupaten/kota. Dari total 2.281 ekor, Kabupaten Nunukan memimpin dengan 730 sapi dan 74 kambing. Kota Tarakan menempati posisi kedua dengan 523 sapi dan 112 kambing, sementara Kabupaten Bulungan mencatat 348 sapi dan 113 kambing.
Kambing Terbanyak Justru di Bulungan
Meski Nunukan unggul jumlah sapi, untuk hewan kurban jenis kambing, Kabupaten Bulungan justru menjadi yang terbanyak dengan 113 ekor. Angka ini hanya unggul satu ekor dari Kota Tarakan yang mencatat 112 ekor kambing. Kabupaten Malinau dan Tana Tidung masing-masing menyumbang 39 dan 38 ekor kambing.
Rincian lengkap per daerah: Kabupaten Bulungan (348 sapi, 113 kambing), Malinau (145 sapi, 39 kambing), Tana Tidung (160 sapi, 38 kambing), Nunukan (730 sapi, 74 kambing), dan Tarakan (523 sapi, 112 kambing).
Kepala Kemenag: Semangat Berbagi Meningkat
Kepala Kanwil Kemenag Kaltara, H Muh Saleh, mengatakan tingginya angka kurban tahun ini mencerminkan meningkatnya kepedulian sosial umat. “Semangat berkurban ini menjadi cerminan meningkatnya kepedulian umat untuk berbagi kepada sesama, terutama masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya, Senin (1/6/2026).
Ia menambahkan, ibadah kurban bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan momentum memperkuat kebersamaan. Pihaknya berharap distribusi daging kurban berjalan lancar dan merata, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan warga di seluruh pelosok Kalimantan Utara.
Distribusi Daging Jadi Perhatian Utama
Dengan jumlah hewan kurban yang mencapai ribuan ekor, logistik distribusi daging menjadi tantangan tersendiri. Apalagi, wilayah Kaltara memiliki karakter geografis yang terpisah-pisah, dengan akses antar kabupaten yang tidak selalu mudah.
Kanwil Kemenag mengimbau panitia kurban di setiap daerah untuk memastikan daging sampai ke penerima yang tepat, termasuk masyarakat di pedalaman dan daerah terpencil. “Manfaatnya harus dirasakan merata,” tegas Muh Saleh.