KALIMANTAN UTARA — Balapan di Mugello berlangsung sengit sejak lap pertama. Bezzecchi yang start dari posisi kedua langsung memimpin setelah tikungan pertama, sementara Martin yang start kelima perlahan merangsek ke depan. Keduanya tak pernah terancam hingga bendera finis dikibarkan.
Strategi Aprilia yang Sempurna
Kunci kemenangan Aprilia ada pada manajemen ban belakang. Cuaca panas di Tuscany membuat lintasan licin, tapi tim pabrikan asal Noale itu membaca kondisi dengan tepat. Bezzecchi dan Martin sama-sama memilih ban medium, sementara sebagian besar rival memilih soft.
"Kami tahu ban medium akan lebih konsisten di 10 lap terakhir. Itu yang membuat perbedaan," kata Bezzecchi usai balapan.
Marquez Masih dalam Masa Adaptasi
Marc Marquez finis di posisi ketujuh, tertinggal 12,4 detik dari pemenang. Pebalap Gresini Racing itu sempat terlibat duel sengit dengan Pecco Bagnaia di lap ke-12, tapi kehilangan momentum setelah melebar di tikungan Casanova-Savelli.
Ini baru balapan keempat Marquez sejak comeback dari cedera lengan kanan yang dideritanya di MotoGP Portugal. "Saya belum 100 persen. Tapi setiap lap saya belajar. Mugello bukan trek yang ramah untuk pemulihan," ujarnya.
Dampak pada Klasemen
Dengan hasil ini, Bezzecchi memimpin klasemen dengan 145 poin, unggul 11 poin dari Martin di posisi kedua. Bagnaia turun ke peringkat ketiga setelah hanya finis kelima. Sementara Marquez masih tertahan di peringkat kedelapan dengan 72 poin.
Aprilia juga memimpin klasemen konstruktor dengan 180 poin, unggul 23 poin dari Ducati. Ini jadi sinyal kuat bahwa keseimbangan kekuatan di MotoGP mulai bergeser.
Jadwal Berikutnya
Seri selanjutnya akan digelar di Sirkuit Assen, Belanda, pada 30 Juni 2026. Sirkuit basah khas Belanda bisa jadi ujian berat bagi Marquez yang masih dalam masa pemulihan. Tapi bagi Aprilia, ini peluang memperlebar jarak di puncak klasemen.