Pencarian

Produksi Minyak RI Terancam Anjlok 24% per Tahun, PHE Bor 900 Sumur demi Selamatkan Lifting

Senin, 25 Mei 2026 • 18:09:01 WIB
Produksi Minyak RI Terancam Anjlok 24% per Tahun, PHE Bor 900 Sumur demi Selamatkan Lifting
Produksi minyak Indonesia alami penurunan alami 24% per tahun menurut PHE.

KALIMANTAN UTARA — Rata-rata penurunan alamiah atau natural decline produksi minyak mencapai 24% per tahun, sementara gas bumi turun 21% per tahun. Angka ini disampaikan Direktur Utama PHE Awang Lazuardi dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR, Senin (25/5).

"Jika kita tidak melakukan apa-apa, produksi kita secara natural setiap tahun untuk minyak akan turun 24%, sedangkan untuk gas akan turun sebesar 21%," kata Awang.

Produksi 2025: 1,33 Juta BOEPD, 556 Ribu Barel Minyak per Hari

Sepanjang 2025, PHE mencatat produksi migas sebesar 1,332 juta barrel oil equivalent per day (BOEPD). Angka ini merupakan gabungan produksi minyak dan gas dari aset domestik dan internasional.

Rinciannya, produksi minyak mencapai 556 ribu barel per hari (BOPD). Sebanyak 396 ribu BOPD berasal dari dalam negeri dan 160 ribu BOPD dari luar negeri. Sementara produksi gas mencapai 2.757 MMscfd, dengan kontribusi domestik 2.451 MMscfd.

"Sedangkan untuk gas, kita berkontribusi 35% lifting gas domestik untuk performance satu data di tahun 2025," ujar Awang.

Bor 900 Sumur dan 37 Ribu Intervensi Sumur

Untuk menahan laju penurunan, PHE menjalankan program agresif. Sepanjang 2025, perusahaan melakukan pemboran pengembangan atau eksploitasi hampir 900 sumur. Selain itu, lebih dari 1.300 aktivitas workover dan 37 ribu kegiatan well intervention digelar.

Strategi lain adalah pengembangan teknologi enhanced oil recovery (EOR), baik lewat steam flood maupun chemical injection. Penerapan multistage fracturing juga menjadi andalan untuk memeras minyak dari lapangan tua.

Eksplorasi Wilayah Baru: Pinayan, Lavender, Bobara

PHE tidak hanya mengoptimalkan aset eksisting. Perusahaan juga memperluas portofolio eksplorasi dengan mengakuisisi wilayah kerja baru selama 2022–2025, yakni Pinayan, Lavender, dan Bobara.

Menurut Awang, wilayah kerja ini berpotensi menjadi sumber pertumbuhan produksi masa depan jika hasil eksplorasi signifikan. "Ini akan menjadi nafas kita ke depan, ini akan menjadi game changer kita apabila kita melakukan eksplorasi di sini dan memberikan hasil yang cukup signifikan," tegasnya.

Dengan produksi saat ini yang mencapai 556 ribu BOPD, PHE harus bekerja ekstra keras. Sebab, tanpa tambahan produksi baru, lifting minyak nasional bisa tergerus puluhan persen setiap tahun.

Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks