KRAYAN — Banjir yang melanda dataran tinggi Krayan, Kabupaten Nunukan, beberapa waktu lalu tidak hanya merendam permukiman tetapi juga merusak infrastruktur vital warga. Dua titik jembatan di Desa Pa'betung, Kecamatan Krayan, dilaporkan mengalami kerusakan parah setelah diterjang derasnya arus sungai yang membawa kayu dan batu.
Jembatan pertama yang putus berada di jalur menuju kebun warga, sementara jembatan kedua ambruk di titik yang menjadi penghubung antar dusun. Material kayu penyangga patah dan lantai jembatan hanyut terbawa banjir.
Akses Warga Lumpuh Total Selama Tiga Hari
Kerusakan dua jembatan ini langsung melumpuhkan mobilitas warga. Anak-anak sekolah tidak bisa menyeberang, sementara hasil kebun seperti kopi dan buah-buahan tidak bisa diangkut ke pasar.
“Kami terpaksa memutar lewat jalur lain yang jaraknya tiga kali lebih jauh. Itu pun harus jalan kaki karena medan berlumpur,” ujar seorang warga setempat yang ikut dalam gotong royong perbaikan.
Gotong Royong Jadi Andalan, Material Kayu dari Hutan
Tanpa menunggu bantuan dari luar, warga Desa Pa'betung langsung bergerak. Mereka mengumpulkan kayu gelondongan dari hutan sekitar untuk mengganti tiang dan lantai jembatan yang hancur.
Perbaikan dilakukan secara swadaya penuh. Tidak ada alat berat, semua dikerjakan manual dengan kapak, parang, dan tali. Setiap hari puluhan pria dewasa bergiliran bekerja sejak pagi hingga sore.
“Kami biasa seperti ini. Kalau menunggu bantuan dari kota, bisa berbulan-bulan. Sementara kami butuh jembatan itu setiap hari,” kata warga lainnya.
Banjir Krayan: Bukan Kejadian Pertama
Dataran tinggi Krayan memang langganan banjir saat musim hujan puncak. Namun, banjir kali ini disebut warga lebih besar dari biasanya karena intensitas hujan yang tinggi dalam tiga hari berturut-turut.
Selain merusak jembatan, banjir juga merendam puluhan rumah warga di bantaran sungai. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena warga sudah terbiasa melakukan evakuasi mandiri saat air mulai naik.
Hingga berita ini diturunkan, satu dari dua jembatan sudah bisa difungsikan secara darurat. Warga menargetkan perbaikan total selesai dalam sepekan ke depan.