TARAKAN — Pemerintah Kota Tarakan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) memastikan penanganan jalan rusak dan berlubang terus berjalan. Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Tarakan, Syahrun, mengatakan perbaikan difokuskan pada ruas jalan yang masuk kewenangan kota.
Metode Perbaikan: Aspal Dingin untuk Ringan, Beton Rigid untuk Rusak Berat
Syahrun menjelaskan, metode perbaikan tidak bisa disamaratakan. Pihaknya menyesuaikan dengan tingkat kerusakan di lapangan. Untuk kerusakan ringan, cukup menggunakan aspal dingin. Sementara untuk kerusakan berat di lokasi dengan tanah labil, penanganan dilakukan dengan beton rigid.
“Tapi kebanyakan kita pakai aspal karena jalan kota tidak terlalu berat rusaknya,” kata Syahrun dalam keterangannya, Senin lalu.
Pemkot Klaim Jalan Berlubang Berkurang Signifikan
Pemeliharaan jalan ini merupakan bagian dari program unggulan Pemkot Tarakan di bawah kepemimpinan dr. H. Khairul, M.Kes dan Ibnu Saud. Syahrun mengklaim, hasil perbaikan mulai terlihat. “Sekarang coba lihat, jalan yang berlubang sudah cukup berkurang,” ujarnya.
Pihak DPUTR masih terus mendata jika ada titik jalan rusak dan berlubang yang belum tertangani. Setiap temuan baru akan segera ditindaklanjuti sepanjang masih masuk kategori jalan kota.
“Harus jalan kota, kami akan tangani. Mau jalan longsor, mau jalan berlubang, itu sudah kita tangani,” tegas Syahrun.
Apa Saja yang Ditangani?
Perbaikan mencakup berbagai jenis kerusakan, mulai dari lubang hingga longsor kecil di bahu jalan. Saat ini, kegiatan yang berjalan adalah penambalan lubang-lubang yang tersebar di beberapa titik. Pemerintah kota memastikan tidak ada ruas jalan kota yang dibiarkan rusak tanpa penanganan.