MALINAU — Markas Yonif Khusus 614/Raja Pandhita mendadak ramai oleh riuh ceria anak-anak yang mengenakan seragam olahraga. Para siswa TK ABA Malinau ini berkesempatan keluar dari ruang kelas untuk merasakan atmosfer kedisiplinan prajurit TNI di wilayah perbatasan Kalimantan Utara.
Guru TK ABA Malinau, Nisfi Desi Hastuti, S.Pd., menyebut kunjungan ini sebagai pengalaman berharga bagi anak didik usia PAUD. Menurutnya, antusiasme siswa melonjak saat mereka melihat langsung simulasi ketangkasan prajurit di lapangan.
“Kegiatannya seru sekali dan anak-anak sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mulai dari melihat peragaan rappelling, mencoba naik perahu, hingga mengenal seragam tentara,” ungkap Nisfi Desi Hastuti.
Uji Nyali Lewat Rappelling dan Perahu Karet LCR
Dalam agenda luar ruang tersebut, para prajurit Yonif Khusus 614/Raja Pandhita menyiapkan serangkaian demonstrasi fisik. Siswa menyaksikan peragaan baris-berbaris (PBB) yang presisi serta aksi menuruni tower serbaguna atau rappelling yang memicu decak kagum.
Pengalaman berlanjut saat anak-anak diperbolehkan menaiki kendaraan militer dan perahu karet LCR yang biasa digunakan untuk operasi air. Tidak ketinggalan, mereka diperkenalkan dengan berbagai jenis seragam TNI AD, perlengkapan tempur, hingga mencoba menggunakan handy talky (HT) untuk berkomunikasi jarak pendek.
Dua siswa, Sultan Arbani Aziz dan Dzuriyatul Kayla Az Zahra, tampak tidak canggung saat berinteraksi dengan para instruktur. Mereka mengaku senang bisa melihat dari dekat peralatan yang selama ini hanya dilihat melalui layar televisi.
Misi Pembentukan Karakter di Tepian Utara Kalimantan
Letnan Dua Inf Khrisna Prabowo menjelaskan bahwa outbound ini didesain dengan pendekatan yang menyenangkan namun tetap mengedepankan nilai-nilai positif. Pihak batalyon ingin menanamkan rasa percaya diri dan semangat kerja sama tim kepada para siswa sejak usia prasekolah.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengembangkan keberanian, kemandirian, kerja sama, dan menambah wawasan anak-anak sejak dini. Kami berharap mereka menjadi generasi muda yang disiplin, percaya diri, dan memiliki semangat belajar yang tinggi,” kata Letda Inf Khrisna Prabowo.
Keterlibatan satuan TNI dalam dunia pendidikan di Malinau merupakan bagian dari fungsi pembinaan teritorial, khususnya di wilayah strategis perbatasan. Yonif Khusus 614/Raja Pandhita memposisikan diri tidak hanya sebagai kekuatan pertahanan, tetapi juga mitra pendidikan bagi masyarakat lokal.
“Kami sebagai Prajurit Tepian Utara Kalimantan dan Penjaga Pintu Utara Indonesia siap membantu membentuk karakter anak-anak agar kelak menjadi generasi yang berguna bagi bangsa dan negara,” tegasnya.
Seluruh rangkaian kegiatan edukasi ini berlangsung dengan pengawasan ketat dari instruktur outbound dan para guru untuk memastikan faktor keamanan. Pihak sekolah berharap kolaborasi semacam ini dapat terjadwal secara rutin guna memberikan variasi pembelajaran bagi siswa di Kabupaten Malinau.