Pencarian

Apple Hapus Varian Mac Mini Termurah Akibat Krisis Pasokan RAM Global

Selasa, 05 Mei 2026 • 16:24:58 WIB
Apple Hapus Varian Mac Mini Termurah Akibat Krisis Pasokan RAM Global
Apple hapus varian Mac Mini M4 termurah akibat krisis pasokan RAM global.

Apple resmi menghapus konfigurasi Mac Mini M4 termurah dari toko daringnya di tengah krisis pasokan memori global yang diprediksi bertahan hingga 2030. Langkah ini memaksa konsumen merogoh kocek lebih dalam karena harga dasar perangkat kini melompat ke angka $799 atau sekitar Rp 12,7 juta. Kelangkaan ini dipicu oleh dominasi raksasa AI yang menyerap lebih dari 70 persen pasokan RAM dunia.

Apple tak lagi sekadar menyematkan label "stok habis" pada sejumlah produknya. Perusahaan asal Cupertino ini terpantau benar-benar menghilangkan varian Mac Mini M4 dengan spesifikasi RAM 16GB dan SSD 256GB dari katalog resmi mereka. Langkah drastis ini mengonfirmasi bahwa model paling terjangkau tersebut tidak akan kembali ke rak penjualan dalam waktu dekat.

Kenaikan Harga Dasar di Tengah RAMageddon

Penghapusan opsi termurah ini secara otomatis mengubah ambang batas harga bagi calon pembeli. Kini, model Mac Mini paling ekonomis yang tersedia di pasar adalah varian dengan penyimpanan 512GB seharga $799 (sekitar Rp 12,7 juta). Fenomena yang mulai dijuluki sebagai "RAMageddon" ini memaksa industri komputer untuk memprioritaskan komponen pada produk dengan margin keuntungan lebih tinggi.

Krisis pasokan tidak hanya memukul model entry-level. Konfigurasi kelas atas lainnya, seperti Mac Mini dengan RAM 32GB dan 64GB, serta Mac Studio dengan opsi RAM 128GB hingga 256GB, saat ini berstatus tidak tersedia. Bagi konsumen yang masih bisa melakukan pemesanan, Apple memberikan estimasi waktu pengiriman yang cukup lama, bahkan mencapai 18 minggu.

AI Menguras 70 Persen Pasokan Memori Dunia

Masalah ini bukan hanya dialami oleh Apple. Lonjakan permintaan terhadap alat AI generatif telah mengubah peta distribusi komponen global secara permanen. Produsen memori kini lebih memilih mengalokasikan sumber daya mereka untuk memenuhi kebutuhan pusat data milik raksasa teknologi yang membangun infrastruktur AI.

Laporan industri menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen pasokan RAM global telah dipesan oleh korporasi besar untuk kebutuhan komputasi AI. Kondisi ini diprediksi akan terus menekan harga perangkat elektronik konsumen, mulai dari ponsel hingga laptop, setidaknya hingga tahun 2030 mendatang.

Sinyal Pembaruan Chip M5 Lebih Awal

Pakar komputasi CNET, Matt Elliott, menilai ada motif lain di balik hilangnya stok ini selain sekadar kelangkaan komponen. Apple kemungkinan besar sedang mempersiapkan transisi menuju chip M5 untuk lini desktop mereka. Chip M5 sendiri sebelumnya sudah mulai disematkan pada jajaran MacBook Pro dan MacBook Air dalam beberapa bulan terakhir.

"Apple biasanya menghapus produk menjelang penggantian, namun langkah ini umumnya terjadi lebih dekat ke waktu peluncuran daripada dua bulan sebelumnya," ujar Elliott. Ia meyakini bahwa pembaruan chip M5 untuk Mac Mini dan Mac Studio bisa diumumkan pada awal Juni, tepat sebelum ajang WWDC 2026 dimulai.

Pergeseran Target Pasar ke Pengembang AI

Di sisi lain, transisi kepemimpinan di internal Apple turut memengaruhi arah kebijakan produk. John Ternus, yang dijadwalkan menggantikan Tim Cook sebagai CEO akhir tahun ini, diprediksi akan melakukan penyesuaian besar pada rantai pasok dan segmentasi pasar komputer desktop Apple.

Lori Grunin, reviewer hardware veteran dari CNET, menyoroti bagaimana Mac Mini kini menjadi primadona baru di luar industri kreatif. Perangkat kompak ini sangat diminati oleh para peneliti dan pengembang yang menjalankan model bahasa besar (LLM) secara lokal melalui platform AI seperti OpenClaw.

"Kedua sistem ini (terutama Mac Studio) secara tradisional ditargetkan untuk kreator, namun sekarang mereka mungkin akan berfungsi sebagai sistem pengembangan AI unggulan Apple," kata Grunin. Hal ini menjelaskan mengapa Apple mulai melakukan penyesuaian harga yang agresif, termasuk menaikkan harga opsi RAM 256GB pada Mac Studio hingga 25 persen beberapa waktu lalu.

Bagikan
Sumber: cnet.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks