NUNUKAN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan bersama instansi terkait mendistribusikan 20.000 liter air bersih ke Kelurahan Selisun, Kecamatan Nunukan Selatan, Jumat (1/5/2026). Penyaluran ini dilakukan untuk merespons krisis air akibat musim kemarau panjang yang mulai melanda wilayah tersebut secara merata.
Sinergi Lintas Instansi Layani Warga Nunukan Selatan
Operasi kemanusiaan ini melibatkan kolaborasi antara BPBD, PDAM Nunukan, Palang Merah Indonesia (PMI), dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar). Sebanyak dua unit mobil tangki dikerahkan untuk menjangkau 17 rumah yang dihuni oleh 25 kepala keluarga (KK) di wilayah Selisun.
Proses distribusi berlangsung sejak pukul 10.00 hingga 16.30 WITA dengan menyisir titik-titik pemukiman yang belum memiliki akses optimal terhadap jaringan air bersih. Petugas memastikan pasokan sampai ke tangan warga yang benar-benar membutuhkan bantuan darurat akibat sumur warga yang mulai mengering.
Kepala Sub Bidang Penyelamatan BPBD Nunukan, Hasanuddin, mengonfirmasi bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program dukungan armada tangki untuk menjangkau titik-titik krisis. BPBD berperan sebagai pendukung mobilitas agar jangkauan PDAM bisa lebih luas.
"Total sekitar 20.000 liter air bersih atau setara empat tangki disalurkan kepada masyarakat," ujar Hasanuddin di sela-sela proses distribusi.
Mekanisme Pembatasan Kuota untuk Pemerataan Distribusi
Meskipun pasokan air tersedia, petugas di lapangan tetap memberlakukan pembatasan kuota bagi setiap rumah tangga. Langkah ini diambil secara sengaja agar bantuan dapat tersebar merata ke wilayah lain di Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan yang juga mengalami kondisi serupa.
Hasanuddin menyebutkan bahwa sejauh ini proses pembagian berjalan lancar tanpa kendala teknis yang berarti. Namun, manajemen stok tetap menjadi prioritas utama tim gabungan agar tidak terjadi penumpukan bantuan di satu titik saja.
“Tidak ada kendala berarti, tapi setiap rumah tetap dibatasi, karena air harus dibagi ke wilayah lain juga,” tambahnya.
Upaya Mitigasi dan Imbauan Hemat Air di Kaltara
Warga Selisun menyambut baik bantuan ini mengingat cadangan air di tandon-tandon rumah mulai menipis. Mereka berharap pemerintah daerah dapat menjaga ritme distribusi selama intensitas hujan masih rendah di wilayah Kalimantan Utara, khususnya di Kabupaten Nunukan.
BPBD juga meminta masyarakat untuk mengubah pola konsumsi air harian menjadi lebih efisien. Kesadaran warga dalam menghemat air dianggap krusial untuk memperpanjang ketersediaan stok yang ada di reservoir PDAM maupun sumber air alternatif lainnya.
Koordinasi antara PDAM Nunukan dan BPBD telah terjalin selama beberapa tahun terakhir dalam menangani siklus kekeringan tahunan. Sinergi ini menjadi solusi taktis jangka pendek, sembari pemerintah daerah merumuskan langkah mitigasi infrastruktur yang lebih permanen untuk mengatasi krisis air bersih di masa depan.