TARAKAN — Ketua POBSI Kota Tarakan Asyari Akbar menyebut persiapan kontingen kali ini memiliki warna berbeda dibandingkan Porprov sebelumnya. Untuk pertama kalinya, Tarakan akan menurunkan atlet putri yang ikut bersaing dalam perebutan medali.
Dari 12 medali emas yang diperebutkan, delapan berasal dari sektor putra dan empat dari putri. Seluruh atlet disiapkan mengikuti nomor bola pool, mulai bola 8, bola 9, bola 10, hingga bola 15, termasuk nomor ganda.
Asyari menilai peluang kontingennya cukup terbuka karena adanya nomor putra dan putri. Ia menyebut target tujuh sampai delapan emas sebagai sasaran realistis dari kekuatan yang dimiliki.
"Sekarang peluang kita cukup terbuka karena ada nomor putra dan putri. Total ada 12 medali emas yang diperebutkan, delapan dari sektor putra dan empat dari putri. Kami menargetkan bisa membawa pulang tujuh sampai delapan emas," kata Asyari.
Komposisi atlet dibangun murni dari kekuatan daerah. Pengurus tidak mengambil pemain dari luar Tarakan, baik untuk sektor putra maupun putri.
POBSI Tarakan juga berupaya menghimpun atlet asal Tarakan yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah agar kembali memperkuat kontingen. Sejumlah atlet disebut sedang bersekolah di Balikpapan dan Samarinda.
"Untuk pemain putra semuanya dari Tarakan, tidak ada yang kami ambil dari luar. Atlet putri juga demikian. Kami mengandalkan kekuatan daerah sendiri, termasuk beberapa atlet Tarakan yang sekarang sedang sekolah di Balikpapan dan Samarinda," ungkapnya.
Pada Porprov I Kaltara 2022, cabang biliar Tarakan menempati posisi kedua dengan tiga medali emas, empat perak, dan tiga perunggu. Capaian itu menjadi pembanding yang ingin diperbaiki tahun ini.
POBSI Tarakan kali ini membidik gelar juara umum. Namun, persiapan menuju Malinau masih dihadapkan pada keterbatasan dukungan pembiayaan.
Dari sekitar 16 hingga 17 orang yang direncanakan masuk rombongan, KONI Tarakan hanya membiayai sembilan personel. Rinciannya enam atlet, satu manajer, satu pelatih, dan satu pemuda official.
Kondisi tersebut membuat pengurus harus mengatur keberangkatan personel lainnya secara mandiri. Pemusatan latihan atau training center juga sebagian dibiayai sendiri oleh POBSI Tarakan.
"Jumlah orang yang kami siapkan sekitar 16 sampai 17 orang. Namun, pembiayaan dari KONI hanya untuk sembilan personel. Jadi, kami harus mencari cara agar atlet dan pendamping lainnya tetap bisa berangkat. Untuk TC juga kami jalankan dengan kemampuan sendiri," jelasnya.
Keterbatasan fasilitas membuat Tarakan belum dapat mengikuti seluruh nomor pertandingan cabang biliar. POBSI belum menurunkan atlet pada nomor carom dan snooker lantaran belum memiliki meja serta perlengkapan pendukung.
"Untuk carom dan snooker memang belum bisa kami ikuti. Peralatan dasarnya saja belum tersedia, termasuk meja dan stik. Jadi, untuk Porprov kali ini kami memusatkan kekuatan pada nomor bola pool yang memang sudah memiliki atlet dan fasilitas latihan," tuturnya.
Pengurus POBSI Tarakan dijadwalkan berangkat ke Kabupaten Malinau pada 9 November 2026. Kedatangan itu untuk mengikuti technical meeting dan delegation meeting bersama ketua pengurus cabang POBSI se-Kaltara pada 10 November.
Rombongan atlet menyusul pada 10 November. Pertandingan cabang biliar sendiri berlangsung pada 11 hingga 16 November 2026.
Asyari berharap seluruh atlet menjaga kesiapan dan semangat bertanding hingga kompetisi berlangsung. Ia juga berharap capaian pada Porprov kali ini membuka ruang pembinaan lebih besar bagi biliar Tarakan, terutama soal dukungan fasilitas dan pembiayaan.
"Target kami membawa pulang gelar juara umum. Kami sudah mempersiapkan atlet dengan kemampuan yang ada. Mudah-mudahan seluruh perjuangan ini mendapat hasil maksimal. Ke depan, kami juga berharap biliar mendapat dukungan lebih besar, sebab potensi atlet Tarakan untuk menyumbangkan medali emas cukup banyak," pungkasnya.