TANJUNG SELOR — Klarifikasi lapangan menjadi tahap krusial bagi Desa Apung untuk mempertahankan capaiannya di ajang nasional. Tim penilai pusat terdiri dari Direktur Penyerasian Daerah Khusus pada Direktorat Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Kementerian Desa dan PDT, Prof. (Adj) Dr. Muhammad Ridha Haykal Akmal, SH, MH.
Dua perwakilan Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri turut serta, yakni Ahmad Banapon, SE, MP, dan Muhammad Nur Fajar, S.IA, MA. Kedatangan tim diterima jajaran Pemkab Bulungan di lokasi penilaian.
Penilaian menyoroti tiga aspek utama: capaian pembangunan, inovasi pelayanan publik, dan potensi unggulan desa. Desa Apung diminta memaparkan penyelenggaraan pemerintahan serta hasil pemberdayaan masyarakat yang sudah berjalan.
Pemaparan dilakukan secara terbuka agar setiap program yang diklaim bisa dipertanggungjawabkan di hadapan tim pusat. Dokumen dan bukti lapangan menjadi bahan verifikasi utama dalam tahapan ini.
Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Pemkab Bulungan, Septi Ding, SE, MAP, menyampaikan apresiasi atas lolosnya Desa Apung ke penilaian tingkat nasional. Menurutnya, keberhasilan itu juga menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Bulungan.
"Kami tentu merasa bangga dan memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Apung beserta seluruh masyarakat. Keikutsertaan dalam tahapan penilaian tingkat nasional ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk memperkenalkan berbagai potensi, inovasi, serta capaian pembangunan desa kepada pemerintah pusat," ujar Septi.
Ia berharap Pemerintah Desa Apung memanfaatkan kesempatan tersebut dengan memaparkan seluruh program unggulan secara terbuka. Penyampaian yang jujur dinilai lebih penting daripada sekadar menonjolkan banyaknya kegiatan.
Septi mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak diukur dari banyaknya program yang dijalankan. Yang lebih menentukan, kata dia, adalah manfaat nyata yang dirasakan warga di tingkat RT dan dusun.
Pandangan itu sejalan dengan arah penilaian nasional yang menempatkan dampak program sebagai indikator utama. Desa Apung masih menunggu hasil akhir penilaian setelah tahapan klarifikasi lapangan rampung.