Prabowo Panggil Gubernur BI hingga Menkeu ke Istana, Bahas Optimalisasi Ekonomi

Penulis: Mirza Fachri  •  Senin, 02 November 2026 | 14:21:31 WIB
Gubernur BI Destry Damayanti dan Menkeu Suahasil Nazara memenuhi panggilan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (2/11).

KALIMANTAN UTARA — Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti bersama Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menteri Investasi Rosan Roeslani, dan COO Danantara Dony Oskaria memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (2/11). Rapat tim ekonomi itu digelar jelang pukul 13.30 WIB dengan agenda utama mengoptimalkan kinerja ekonomi Indonesia ke depan.

Kedatangan para pejabat ekonomi itu terpantau sejak menjelang siang. Rosan tiba lebih dulu dan langsung memberi keterangan singkat kepada awak media mengenai arah pembahasan.

"Biasalah, sama tim ekonomi kan ini. Bertemu, ya paling update. Untuk ke depannya dan biasa untuk mengamankan supaya ekonomi kita supaya lebih optimal," ujar Rosan di lokasi.

Empat Pejabat yang Dipanggil ke Istana

Selain Gubernur BI dan Menkeu, Presiden memanggil Menteri Investasi Rosan Roeslani serta Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria. Kombinasi ini mencakup otoritas moneter, fiskal, penanaman modal, dan pengelola dana investasi negara.

Suahasil dan Dony memilih irit bicara. Suahasil hanya menyebut dirinya diundang ke Istana, sementara Dony menyinggung soal koordinasi tanpa merinci materi rapat.

"Koordinasi," kata Dony singkat kepada wartawan.

Mengapa Rapat Ini Penting bagi Pasar

Pertemuan di Istana menghadirkan empat institusi yang menentukan arah likuiditas, belanja negara, dan arus investasi. Bagi pelaku pasar, sinyal dari rapat semacam ini biasanya dibaca sebagai indikasi prioritas kebijakan jangka pendek.

Bank Indonesia memegang kendali atas suku bunga acuan dan stabilisasi rupiah. Kementerian Keuangan menentukan laju belanja APBN dan penerbitan surat utang. Sementara Kementerian Investasi dan Danantara berada di jalur eksekusi proyek serta pengelolaan aset negara.

Rosan tidak menyebut angka pertumbuhan atau target spesifik dalam keterangannya. Ia hanya menekankan bahwa pertemuan rutin tim ekonomi ini membahas langkah agar perekonomian berjalan lebih optimal.

Konteks: Tim Ekonomi di Bawah Tekanan Target

Pemanggilan ini berlangsung di tengah kebutuhan pemerintah menjaga momentum pertumbuhan sekaligus mengamankan penerimaan negara. Kombinasi tekanan eksternal pada nilai tukar dan kebutuhan belanja domestik membuat koordinasi lintas institusi menjadi krusial.

Danantara, yang mengelola aset negara dalam skala besar, menjadi pihak baru dalam konfigurasi tim ekonomi. Kehadiran Dony Oskaria di rapat Istana menandakan lembaga itu mulai masuk ke ruang koordinasi kebijakan, bukan sekadar eksekusi investasi.

Belum ada keterangan resmi mengenai hasil rapat. Agenda lanjutan maupun keputusan konkret yang lahir dari pertemuan tersebut juga belum diumumkan ke publik.

Yang jelas, format pertemuan mirip bakal berulang. Rosan menyebut koordinasi tim ekonomi sebagai hal biasa yang dilakukan secara berkala untuk memantau perkembangan terkini.

Reporter: Mirza Fachri
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top