Power Bank Overheat di Pesawat HK Express, Penumpang Alami Luka Bakar

Penulis: Panji Pratama  •  Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:23:01 WIB
Petugas darurat memberikan pertolongan pertama kepada penumpang yang mengalami luka bakar akibat power bank overheat di pesawat HK Express.

KALIMANTAN UTARA — Seorang penumpang perempuan berkewarganegaraan Tiongkok berusia sekitar 50 tahun menderita luka bakar di ibu jari tangan kiri setelah power bank miliknya mengalami panas berlebih di dalam pesawat HK Express rute Hong Kong–Jeju. Insiden pada penerbangan UO676 yang mengangkut 236 penumpang dan tujuh awak itu terjadi Minggu pagi, 25 Oktober 2026, saat pesawat mendekati Bandara Internasional Jeju.

Awak kabin bergerak cepat begitu perangkat di dalam tas bawah kursi penumpang itu mengeluarkan asap. Mereka memasukkan power bank ke kantong tahan panas khusus, lalu merendamnya dalam air untuk mencegah bahaya kebakaran lebih lanjut. Prosedur darurat itu berjalan sebelum pesawat menyentuh landasan.

HK Express, maskapai berbiaya rendah anak perusahaan Cathay Pacific Airways, menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul. Maskapai juga berterima kasih kepada penumpang atas kesabaran mereka dan menegaskan komitmen terhadap keselamatan penumpang serta awak pesawat.

Luka Bakar di Ibu Jari, Korban Menolak Ambulans

Luka bakar dialami penumpang saat ia mengeluarkan perangkat dari tas. Petugas pemadam kebakaran di Jeju memberikan pertolongan pertama setelah memastikan kondisi kabin aman. Laporan Korean JoongAng Daily menyebut korban menolak tawaran dibawa ke rumah sakit dengan ambulans dan memilih perawatan medis mandiri.

Petugas darurat menerima laporan sekitar pukul 06.22 waktu setempat. Meski ada insiden, HK Express memastikan pesawat tiba sesuai jadwal dan mendarat dengan selamat tanpa pengalihan rute maupun evakuasi.

Mengapa Baterai Lithium Jadi Risiko di Kabin

Power bank umumnya dilarang masuk bagasi tercatat. Baterai lithium di dalamnya berisiko panas berlebih akibat kerusakan, cacat produksi, atau gangguan listrik. Karena itu perangkat wajib dibawa ke kabin dengan mengikuti ketentuan kapasitas dan jumlah yang ditetapkan masing-masing maskapai.

Sejumlah maskapai di Asia menerapkan aturan tambahan soal penyimpanan dan pemakaian power bank selama penerbangan. Penumpang disarankan memeriksa kebijakan maskapai sebelum berangkat, terutama bila membawa beberapa perangkat atau baterai berkapasitas besar.

Awak kabin dilatih menangani situasi semacam ini karena baterai lithium bisa kembali mengeluarkan panas atau asap meski tanda awal kebakaran tampak mereda. Penanganan cepat mencegah insiden kecil berkembang menjadi darurat yang lebih serius.

Deretan Kasus Serupa di Penerbangan Komersial

Insiden di Jeju menambah daftar kasus power bank yang berujung gangguan penerbangan. Melansir Rus Tourism News, pada September pesawat Airbus A321 milik Lufthansa rute Frankfurt–Lisbon terpaksa dialihkan ke Lyon, Prancis, setelah power bank penumpang terbakar. Sebanyak 198 penumpang harus menginap semalam sebelum melanjutkan perjalanan.

Pada bulan yang sama, penerbangan easyJet dari Milan Malpensa menuju Praha dievakuasi akibat asap yang diduga berasal dari baterai portabel. Sebanyak 146 penumpang keluar lewat seluncuran darurat, dua orang mengalami luka ringan.

Menyusul kejadian tersebut, Lufthansa Group sejak Januari melarang penumpang menggunakan atau mengisi daya power bank selama penerbangan. Perangkat juga wajib disimpan di tempat yang mudah dijangkau dan tidak boleh diletakkan di kompartemen bagasi atas.

Apa yang Perlu Diperhatikan Penumpang

Bagi pelancong Indonesia, aturan serupa berlaku di sejumlah maskapai domestik dan internasional. Membawa power bank di kabin, bukan di bagasi tercatat, menjadi langkah paling dasar. Periksa juga batas kapasitas yang diizinkan maskapai, biasanya dinyatakan dalam satuan watt-jam (Wh).

Simpan perangkat di tempat yang mudah diawasi, hindari menumpuknya bersama benda logam, dan segera laporkan ke awak kabin bila terasa panas tidak wajar. Kewaspadaan sederhana itu terbukti menentukan selisih antara insiden kecil dan keadaan darurat di udara.

Reporter: Panji Pratama
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top