TANJUNG SELOR — Kunjungan tersebut berlangsung sore hari, saat warga sedang menjalankan aktivitas panen durian dan buah elai yang menjadi sumber penghidupan utama di kawasan itu. Riyanto disambut warga dan mendapat kesempatan melihat langsung kondisi kebun sekaligus mendengar keluhan yang selama ini terpendam.
Bagi petani Baratan, persoalan jalan bukan urusan sekunder. Akses yang belum memadai memaksa mereka mengeluarkan tenaga dan biaya tambahan untuk membawa durian serta elai sampai ke jalan utama.
Ketua RT 3 Baratan, Thomas, menyampaikan harapan warga agar Pemerintah Kabupaten Bulungan memberi perhatian pada perbaikan jalan menuju perkebunan di wilayah mereka. Ia menekankan bahwa kendaraan pengangkut hasil panen belum bisa menjangkau area kebun.
Menurut warga, jalan yang lebih baik akan memudahkan kendaraan masuk hingga ke area kebun. Petani tidak perlu lagi mengeluarkan biaya angkut ekstra atau mengangkut hasil panen dengan cara manual.
Persoalan akses itu menyentuh efisiensi waktu, biaya distribusi, dan kemudahan membawa hasil panen ke pasar. Ketika kendaraan bisa menjangkau kebun, proses pengangkutan menjadi lebih praktis dan ongkos angkut berpotensi ditekan.
Durian dan buah elai merupakan komoditas yang menggantungkan penghidupan sebagian warga Baratan. Panen yang melimpah tidak otomatis mendatangkan keuntungan lebih besar jika jalur distribusi masih menyulitkan.
Riyanto melihat langsung aktivitas panen di lokasi dan mendengarkan aspirasi masyarakat yang menggantungkan penghidupan dari hasil kebun. Kunjungan itu menjadi jalur bagi warga untuk menyampaikan kebutuhan yang berkaitan erat dengan aktivitas perkebunan mereka.
Aspirasi warga Baratan menggambarkan pola yang kerap muncul di daerah: kebutuhan pembangunan berangkat dari persoalan sehari-hari yang langsung dirasakan masyarakat. Perbaikan jalan menuju perkebunan dinilai sebagai kebutuhan nyata untuk mendukung keberlangsungan usaha pertanian.
Harapan Thomas kini tertuju pada perhatian pemerintah daerah. Warga berharap kebutuhan akses jalan menuju perkebunan menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan Kabupaten Bulungan.
Dari Baratan, pesannya sederhana: jalan yang lebih baik membantu petani bekerja lebih mudah, mengangkut hasil panen lebih efisien, dan membuka peluang kehidupan ekonomi yang lebih baik bagi warga yang menggantungkan hidup dari kebun durian dan elai.