KALIMANTAN UTARA — Tesla memperlihatkan Roadster generasi kedua yang bisa melompat dan berputar di udara, dengan klaim akselerasi 0-97 km/jam dalam 0,81 detik. Peragaan berlangsung di fasilitas uji SpaceX, McGregor, Texas, dan disiarkan langsung, tetapi produksinya baru dijadwalkan 2028.
Peragaan ini menandai kali pertama Tesla menunjukkan kemampuan aerobatik Roadster secara terbuka, setelah sembilan tahun sejak model tersebut pertama kali diumumkan. Mobil putih dua kursi itu tampil dalam beberapa atraksi terpisah di lintasan uji, bukan sekadar diam di panggung.
Dalam satu atraksi, Roadster menaiki rampa melengkung lalu berhenti dalam posisi terbalik. Kemampuan itu berasal dari sistem kipas isap yang menempelkan mobil ke permukaan.
Atraksi lain memperlihatkan Roadster melompati deretan model Tesla, termasuk truk Semi. Mobil berputar di udara dan mendarat lurus dengan bantuan semburan udara bertekanan dari 10 nosel.
Angka 0,81 detik untuk 0-97 km/jam menempatkan Roadster di wilayah performa yang belum pernah diklaim Tesla untuk model produksinya. Sebagai perbandingan, Model S Plaid mencatat waktu sekitar 2 detik untuk akselerasi serupa.
CEO Tesla Elon Musk menyebut hasil ini sebagai kolaborasi "perusahaan mobil terbaik dan perusahaan roket terbaik di dunia". Pernyataan itu merujuk pada keterlibatan teknologi SpaceX dalam pengembangan sistem propulsi dan aerodinamika Roadster.
Musk juga menyatakan Roadster akan menjadi satu-satunya Tesla yang dikemudikan manusia. "Mari kita bawa ke batas dan melampauinya," ujarnya dalam siaran langsung tersebut.
Sistem kipas isap yang membuat Roadster bisa menempel di langit-langit bukan teknologi baru di dunia otomotif, tetapi penerapannya di mobil jalan raya tergolong langka. Mekanisme ini menciptakan gaya hisap ke bawah yang menahan mobil pada permukaan vertikal.
Sementara itu, 10 nosel udara bertekanan yang menyembur saat pendaratan berfungsi mengoreksi posisi mobil di udara. Kombinasi keduanya memungkinkan Roadster melakukan manuver yang tidak bisa dilakukan mobil listrik konvensional.
Roadster generasi kedua pertama kali diumumkan pada 2017 dengan janji produksi 2020. Tenggat itu mundur berkali-kali, dan Tesla baru kembali membahas model ini secara serius dalam beberapa waktu terakhir.
Peragaan di McGregor menjadi sinyal bahwa proyek ini masih berjalan, meski belum ada tanggal produksi yang pasti. Tesla juga belum membuka pemesanan untuk pasar global, termasuk Indonesia.
Bagi penggemar otomotif Tanah Air, Roadster kemungkinan besar akan masuk sebagai model niche dengan harga premium. Peminat mobil listrik di Indonesia saat ini lebih banyak mengarah ke model yang lebih terjangkau dan sudah tersedia resmi.