Anggota DPRD Kaltara M. Nasir Kawal Verifikasi Bantuan Alat Produksi untuk 3 UMKM di Nunukan

Penulis: Lendra Saputra  •  Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:16:01 WIB
Anggota Komisi II DPRD Kaltara Dapil Nunukan, M. Nasir, menerima aspirasi pelaku UMKM terkait bantuan alat produksi.

NUNUKAN — Anggota Komisi II DPRD Kaltara Dapil Nunukan, M. Nasir, menegaskan bahwa bantuan peralatan produksi harus diarahkan pada kebutuhan produktif yang berdampak jangka panjang. Menurutnya, tambahan alat dibutuhkan pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menjaga kualitas produk yang dipasarkan.

Aspirasi itu diteruskan M. Nasir kepada Disperindagkop dan UKM Provinsi Kalimantan Utara agar diproses sesuai mekanisme yang berlaku. Dua staf dinas, Wahid Syahbani dan Agni Utami, kemudian turun langsung mengecek kondisi usaha para pengusul.

Verifikasi Lapangan Jadi Penentu Kelayakan Penerima

Wahid menjelaskan bahwa kunjungan lapangan adalah bagian penting sebelum sebuah usulan bantuan diputuskan. Pihaknya memastikan keberadaan pengusul, kepengurusan, alamat, serta kegiatan usaha yang diusulkan benar-benar berjalan.

"Verifikasi ini dilakukan untuk memastikan keberadaan pengusul, kepengurusannya, alamatnya serta memastikan bahwa kegiatan usaha yang diusulkan memang benar-benar berjalan," terang Wahid.

Dinas juga memberi pemahaman soal ketentuan yang harus dipatuhi calon penerima. Bantuan tidak dapat diajukan setiap tahun, dan barang yang diterima tidak boleh dijual atau dipindahtangankan.

Hasil verifikasi lapangan akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah untuk menentukan apakah pengusul memenuhi persyaratan dan layak menerima bantuan.

Bantuan Alat Bukan Tujuan Akhir

M. Nasir menyambut baik tindak lanjut tersebut. Ia menilai bantuan pemerintah harus benar-benar bekerja menghasilkan sesuatu, bukan sekadar diterima lalu menganggur.

"Kalau bantuan diberikan, kita berharap alat itu benar-benar bekerja menghasilkan sesuatu. Produksi bertambah, kualitas meningkat, pemasaran berkembang dan pendapatan masyarakat ikut naik," kata M. Nasir.

Menurutnya, tujuan utama perjuangan aspirasi UMKM bukan sekadar agar masyarakat menerima barang bantuan. Yang lebih penting adalah bagaimana bantuan tersebut membuat usaha menjadi lebih mandiri dan berkembang.

"Bantuan alat bukanlah tujuan akhir. Tujuan akhirnya adalah UMKM kita naik kelas. Hari ini mungkin produksinya masih terbatas, tetapi dengan dukungan alat yang tepat kita berharap produksi bisa meningkat dan pasarnya semakin luas," ujarnya.

Pembinaan Diminta Menyeluruh, dari Kemasan hingga Perizinan

M. Nasir mendorong pembinaan UMKM dilakukan secara menyeluruh. Selain dukungan sarana produksi, pemerintah perlu membantu peningkatan kualitas produk, kemasan, perizinan, promosi, hingga perluasan pasar.

Ia menilai UMKM merupakan salah satu kekuatan ekonomi yang harus mendapat perhatian serius karena keberadaannya langsung menyentuh kehidupan masyarakat.

"UMKM ini tumbuh dari masyarakat. Banyak yang memulai usahanya dari rumah, dengan modal terbatas, tetapi punya semangat besar. Kalau mereka kita bantu berkembang, manfaatnya akan kembali kepada masyarakat juga," tuturnya.

Sebagai wakil rakyat, M. Nasir menyatakan akan terus menjembatani kebutuhan masyarakat dengan program-program pemerintah yang tersedia.

"Tugas kami bukan hanya hadir saat masyarakat menyampaikan keluhan atau aspirasi. Yang lebih penting adalah apa yang bisa kita lakukan setelah mendengarnya. Kita komunikasikan, kita perjuangkan dan kita kawal prosesnya, tentu tetap sesuai aturan yang berlaku," tegasnya.

Ia berharap proses verifikasi menghasilkan keputusan terbaik sekaligus memastikan bantuan pemerintah diberikan secara tepat sasaran.

"Harapan kita, UMKM yang memang memenuhi persyaratan dan layak dibantu bisa mendapatkan dukungan. Ketika usaha masyarakat maju, penghasilan bertambah dan lapangan kerja terbuka, di situlah perjuangan peningkatan kesejahteraan masyarakat benar-benar terasa," pungkas M. Nasir.

Reporter: Lendra Saputra
Sumber: fokusborneo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top