7.634 Hektare Karhutla Kaltara Hingga Juli 2026 Terendah se-Kalimantan, 14 Titik Panas Muncul di Bulungan

Penulis: Obi Permana  •  Senin, 07 September 2026 | 10:01:01 WIB
Luas karhutla di Kalimantan Utara hingga Juli 2026 tercatat 400,62 hektare, terendah se-Kalimantan.

TANJUNG SELOR — Angka tersebut berbanding terbalik dengan luas karhutla di provinsi tetangga. Berdasarkan data Opsroom Sipongi yang dihimpun Dishut Kaltara, Kalimantan Barat mencatat karhutla terluas dengan 38.310,86 hektare, disusul Kalimantan Selatan 8.019,63 hektare, Kalimantan Tengah 7.634,46 hektare, dan Kalimantan Timur 2.715,76 hektare.

Akumulasi karhutla di Kaltara pun hanya sekitar 0,20 persen dari total indikasi kebakaran nasional yang mencapai 202.004,32 hektare. Tren luasan karhutla di provinsi berjuluk Benuanta ini menunjukkan kenaikan gradual setiap bulan, dari 41,61 hektare pada Januari menjadi 400,62 hektare pada Juli.

14 Titik Panas Terpantau di Bulungan, Groundcheck Langsung Dilakukan

Pemantauan satelit NASA-NOAA20 dan NASA-SNPP per 5 September 2026 mendeteksi 14 titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang di Kabupaten Bulungan. Sebaran terbanyak berada di Kecamatan Tanjung Selor dengan tujuh titik yang seluruhnya terdeteksi di Desa Jelarai Selor.

Empat titik lainnya tersebar di Kecamatan Tanjung Palas Timur, masing-masing dua titik di Desa Binai, satu titik di Desa Sajau Hilir, dan satu titik di Desa Mangkupadi. Kecamatan Tanjung Palas Tengah menyumbang tiga titik panas yang seluruhnya berada di Desa Tanjung Buka.

Kepala Dishut Kaltara, Nur Laila, S.Hut., M.Si., langsung menginstruksikan tim pengawas pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk melakukan pengecekan lapangan atau groundcheck. Langkah ini ditempuh untuk memastikan kondisi di lokasi tetap terkendali sebelum api sempat meluas.

Pemprov Minta Masyarakat Tak Lengah Meski Capaian Terbaik

Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi bersama, namun bukan alasan untuk mengendurkan kewaspadaan. Memasuki September yang masih menjadi puncak musim kemarau, kesiapsiagaan personel patroli dan tim respons cepat terus ditingkatkan.

"Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi bersama. Tetapi kita tidak boleh lengah. Memasuki September, kesiapsiagaan personel patroli dan tim respons cepat terus ditingkatkan," kata Nur Laila.

Menurutnya, pengendalian karhutla tidak bisa hanya bertumpu pada aparat. Keterlibatan masyarakat, pelaku usaha, hingga aparat desa menjadi kunci pencegahan di lapangan.

"Karhutla bukan hanya tugas aparat. Ini tanggung jawab kita bersama untuk menjaga Kaltara tetap hijau, aman dan terhindar dari bencana asap," tegasnya.

Dishut Kaltara memperkuat patroli pencegahan, pengawasan wilayah rawan, serta pemantauan titik panas secara berkala. Sosialisasi kepada masyarakat di daerah rawan juga digencarkan agar setiap indikasi kebakaran dapat segera ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Reporter: Obi Permana
Sumber: jelajahdaerah.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top