KALIMANTAN UTARA — Jakarta - Tangan dingin John Herdman mulai terlihat di lini depan Timnas Indonesia. Dalam periode kepelatihannya sejak awal tahun, skuad Garuda sudah mengemas 13 gol dari berbagai ajang internasional.
Dua nama langsung menonjol sebagai mesin gol utama. Marselino Ferdinan dan Ragnar Oratmangoen sama-sama sudah mencetak tiga gol di bawah arahan pelatih asal Inggris tersebut.
Keduanya menjadi andalan di lini serang, baik sebagai starter maupun pemain pengganti. Kontribusi mereka terbukti krusial di laga-laga berat kualifikasi Piala Dunia maupun turnamen regional.
Selain duet Marselino dan Ragnar, enam pemain lainnya juga turut menyumbang gol. Mereka adalah Rafael Struick (2 gol), Thom Haye (1 gol), Ivar Jenner (1 gol), Shayne Pattynama (1 gol), Egy Maulana Vikri (1 gol), dan Ramadhan Sananta (1 gol).
Catatan ini menunjukkan distribusi gol yang cukup merata. Tidak hanya bergantung pada satu atau dua pemain, Herdman berhasil membuat banyak pemain dari berbagai lini—termasuk gelandang dan bek sayap—turut berkontribusi.
Rata-rata satu gol per pertandingan menjadi pekerjaan rumah bagi Herdman. Timnas Indonesia masih perlu meningkatkan ketajaman jika ingin bersaing di level tertinggi Asia.
Dari 13 gol yang sudah tercipta, sebagian besar lahir dari skema serangan balik cepat dan bola mati. Variasi pola serangan menjadi catatan tersendiri untuk laga-laga ke depan.
Total 13 gol ini menjadi modal berharga bagi Timnas Indonesia. Dengan delapan pemain sudah terbukti mampu mencetak gol, opsi taktik Herdman semakin variatif untuk laga-laga krusial mendatang.