Samsung Galaxy Z TriFold Sudah Discontinued, Tapi Konsep Layar 10 Inci Ini Masih Jadi Idaman

Penulis: Naufal Aditama  •  Kamis, 23 Juli 2026 | 09:22:02 WIB
Samsung Galaxy Z TriFold resmi dihentikan produksinya pada Maret 2026 setelah hanya beberapa pekan beredar di pasar AS.

KALIMANTAN UTARA — Samsung memang baru saja merilis tiga ponsel lipat anyar di Unpacked musim panas ini: Galaxy Z Fold 8 Ultra, Galaxy Z Fold 8 yang didesain ulang, dan Galaxy Z Flip 8 yang tak banyak berubah. Tapi di antara semua produk anyar itu, satu perangkat lawas yang sudah dihentikan produksinya justru masih membekas: Galaxy Z TriFold.

Perangkat yang mulai dijual di AS pada 30 Januari 2026 itu hanya bertahan di pasaran selama beberapa pekan. Pada Maret 2026, Samsung mengumumkan penghentian produksi. Dalam pernyataan resminya, perusahaan menyebut Z TriFold lebih sebagai "flagship showcase" — pamer teknologi — ketimbang produk yang ditargetkan menjadi laris manis.

Layar 10 Inci yang Terasa Seperti Tablet di Saku

Apa yang membuat Z TriFold begitu istimewa? Saat dibuka penuh, layarnya mencapai 10 inci dengan rasio 4:3 — hampir persis seperti tablet. Bentangannya jauh lebih lega dibandingkan layar Z Fold 8 Ultra yang berbentuk hampir bujur sangkar (10:9).

Dengan ukuran itu, pengguna bisa mengetik dokumen atau membalas email menggunakan keyboard Bluetooth portable tanpa merasa sesak. "Saya masih ingin mengeluarkan perangkat itu, memasangkan keyboard Bluetooth, dan menulis cerita atau mengirim email saat bepergian," tulis jurnalis yang sempat menjajal perangkat tersebut pada awal 2026.

Ponsel lipat dua saat ini, menurutnya, masih terlalu sempit untuk dijadikan layar kerja utama. Mode laptop ala Oppo Find N6 pun hanya membagi layar jadi dua bagian kecil — keyboard dan display — yang masing-masing tak lebih besar dari ponsel biasa.

Harga Selangit dan Risiko Perbaikan Mahal

Harga menjadi batu sandungan terbesar. Z TriFold dibanderol USD 2.900 saat peluncuran — jauh di atas Z Fold generasi pertama yang "hanya" USD 1.980. Samsung sendiri menaikkan harga jajaran foldable terbarunya setidaknya USD 100 per model. Jika Z TriFold dilanjutkan, banderolnya bisa semakin tidak masuk akal.

Belum lagi biaya perbaikan. Sejumlah pengguna awal melaporkan tagihan perbaikan layar mencapai USD 700 — setara harga foldable bekas yang masih mumpuni. Masalah debu yang masuk ke sela-sela layar lipat tiga juga menjadi ancaman nyata. Samsung belum memberikan solusi struktural untuk celah tersebut.

Mengapa Produksi Dihentikan Begitu Cepat?

Kombinasi harga komponen yang melonjak — Samsung menyebutnya "RAMaggedon" — dan permintaan yang terbatas membuat Z TriFold sulit bertahan. Produksi dihentikan hanya beberapa bulan setelah peluncuran global. Di banyak negara, termasuk Inggris, perangkat ini bahkan tidak pernah masuk pasar resmi. Satu-satunya cara mendapatkannya adalah melalui importir dengan markup harga dan biaya impor tambahan.

Samsung sendiri belum memberikan sinyal akan meneruskan lini TriFold. Dengan Apple yang dikabarkan sedang menyiapkan iPhone lipat perdana, tekanan kompetisi justru semakin ketat.

Z Fold 8: Alternatif Paling Dekat Saat Ini

Bagi yang masih penasaran dengan konsep layar lega di ponsel, Galaxy Z Fold 8 menjadi pilihan paling praktis. Perangkat ini mengadopsi rasio layar 4:3 yang sama dengan TriFold, namun dalam bentuk lipat tunggal yang lebih ringan dan tipis.

"Saya penasaran apakah Samsung bisa mendesain TriFold berikutnya dengan layar berasio 16:10 — seperti layar laptop — menggunakan form factor Z Fold 8 yang lebih kotak," tulis sumber yang sama. Kombinasi itu, menurutnya, bisa menjadi perangkat lipat ideal yang belum ada saat ini.

Untuk pengguna Indonesia, Z Fold 8 bisa menjadi opsi paling rasional: layar lega untuk multitasking dan konsumsi konten, tanpa harus merogoh kocek ekstra untuk risiko perbaikan layar lipat tiga yang masih mahal dan langka. Tapi bagi yang benar-benar menginginkan tablet di saku, Z TriFold — meski sudah discontinued — tetap jadi standar yang sulit ditandingi.

Reporter: Naufal Aditama
Sumber: engadget.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top