BULUNGAN — Peringatan Harkopnas ke-79 di Kalimantan Utara tahun ini tidak sekadar seremonial. Disperindagkop Kaltara mengemasnya dengan tiga kegiatan sekaligus: pasar murah, gelar produk UMKM, dan bakti sosial kesehatan.
Kepala Disperindagkop Kaltara, Edy Suharto, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan merupakan tindak lanjut surat edaran Kementerian Koperasi. Instruksi itu mewajibkan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota menggelar peringatan Hari Koperasi Nasional.
“Walaupun dengan keterbatasan anggaran APBD, kami bersama seluruh jajaran tetap berupaya melaksanakan rangkaian kegiatan Hari Koperasi Nasional secara mandiri,” katanya, Selasa (14/7/2026).
Pasar murah digelar pada hari kedua setelah upacara peringatan. Disperindagkop menggandeng sejumlah sponsor, termasuk perbankan, untuk menyediakan 200 paket sembako. Setiap paket berisi beras, gula, minyak goreng, telur, dan kebutuhan pokok lainnya yang dijual tanpa markup.
“Pasar murah ini memang kami siapkan agar masyarakat bisa memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih ringan. Paket yang disediakan sekitar 200 paket,” ujar Edy.
Antusiasme warga justru terlihat paling tinggi di layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Awalnya Disperindagkop hanya menyiapkan layanan untuk 100 orang. Kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten Bulungan itu mencakup cek gula darah, kolesterol, dan asam urat.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi sehingga pelayanan akhirnya menjangkau sekitar 200 peserta,” jelas Edy.
Rangkaian Harkopnas juga diisi donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Bulungan. Target pengumpulan sebanyak 50 kantong darah dikejar selama kegiatan berlangsung.
Di sisi lain, gelar produk UMKM menjadi ruang bagi pelaku usaha lokal memperkenalkan produknya ke masyarakat. Edy menilai kegiatan ini sekaligus mendorong pertumbuhan koperasi dan usaha kecil di Kaltara.
Ia menambahkan, seluruh rangkaian berjalan lancar berkat dukungan perangkat daerah, instansi mitra, dan sponsor yang terlibat.
Edy mengakui pasar murah sebenarnya program rutin Disperindagkop. Namun, keterbatasan anggaran membuat frekuensinya masih jauh dari harapan.
“Kalau anggaran mencukupi tentu kami ingin melaksanakan pasar murah setiap bulan. Namun saat ini kami baru mampu menggelarnya sekitar tiga kali dalam setahun,” pungkasnya.