KALIMANTAN UTARA — Lonjakan harga saham RANS terjadi persis di bawah batas maksimal kenaikan harian yang ditetapkan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk rentang harga Rp 50–200, yakni 35 persen. Saham perusahaan media dan hiburan ini resmi mengalami ARA pada sesi pertama perdagangan.
RANS menawarkan 2,525 miliar saham baru, setara 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Manajemen mengklaim proses penawaran umum saham perdana (IPO) mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) dengan hampir satu juta investor ikut serta dalam pemesanan.
Direktur Utama RANS, Nagita Slavina, menyebut momen ini sebagai bukti bahwa ide dan karya kreator Indonesia memiliki nilai yang diakui secara profesional di panggung ekonomi nasional. “Industri kreatif tidak lagi berdiri di pinggiran. Kita sekarang berdiri sejajar di barisan terdepan bersama industri strategis lainnya untuk ikut menggerakkan bangsa ini,” ujar Nagita dalam sambutan di BEI, Jumat (10/7).
Dalam kesempatan itu, Nagita tampak menangis dan suaranya bergetar saat menekankan bahwa RANS dibangun lebih dari sekadar perusahaan media. “Yang kami bangun adalah sebuah ekosistem yang berkesinambungan menghasilkan intellectual property, produk, event, komunitas dengan mengadopsi teknologi terbaru,” lanjutnya.
Dana hasil IPO telah dialokasikan untuk sejumlah strategi pertumbuhan jangka panjang. Berikut rincian penggunaan dana berdasarkan prospektus:
RANS merupakan perusahaan media dan hiburan berbasis kreator (creator-based venture) yang mengembangkan intellectual property bernilai komersial. Masuknya RANS ke bursa saham menandai langkah baru bagi ekosistem kreator Indonesia untuk mendapatkan legitimasi dan akses pendanaan dari pasar modal.
Nagita menambahkan bahwa perusahaan yang ia bangun bersama Raffi Ahmad ini lebih besar dari sekadar dua figur publik. “Perusahaan ini yang kami bangun jauh lebih besar daripada dua orang,” tegasnya.