KALIMANTAN UTARA — Pertandingan nanti akan menjadi duel ketujuh bagi Prancis dan Maroko di berbagai kompetisi, menurut data Worldfootball. Dari enam pertemuan sebelumnya, Prancis sukses mengemas lima kemenangan, sementara Maroko hanya mampu sekali menang. Les Bleus belum pernah kalah dalam tiga laga terakhir kontra Maroko.
Maroko lolos ke babak delapan besar Piala Dunia 2026 setelah mengempaskan tuan rumah Kanada dengan skor telak 3-0. Sementara itu, Prancis melaju usai menekuk Paraguay 1-0 di babak 16 besar. Laga ini diprediksi berjalan ketat, meski secara historis Prancis lebih dominan.
Catatan pertemuan menunjukkan dominasi Prancis yang cukup signifikan. Dari total enam laga, Maroko hanya mampu memenangi satu pertandingan, yakni pada laga persahabatan tahun 1998. Sisanya, lima kemenangan menjadi milik Les Bleus.
Pertemuan terakhir kedua tim terjadi di Piala Dunia 2022 Qatar, tepatnya di babak semifinal. Saat itu, Prancis menang 2-0 dan melaju ke partai puncak. Kylian Mbappe dan kawan-kawan sukses meredam perlawanan Maroko yang tampil perkasa sepanjang turnamen.
Pelatih Prancis, Didier Deschamps, diperkirakan akan mengandalkan transisi cepat untuk membongkar pertahanan Maroko. Maroko sendiri dikenal solid di lini belakang, terbukti hanya kebobolan satu gol dalam empat laga Piala Dunia 2026 sejauh ini.
Di sisi lain, Maroko yang diasuh Walid Regragui punya modal percaya diri tinggi setelah menyingkirkan Kanada. Kecepatan sayap seperti Achraf Hakimi dan Hakim Ziyech akan menjadi ancaman serius bagi pertahanan Prancis yang belum benar-benar diuji Paraguay.
Laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Maroko akan berlangsung di Stadion Boston, Jumat (10/7) dini hari WIB. Pertandingan ini disiarkan langsung oleh MNCTV. Pemenang duel ini akan berhadapan dengan pemenang laga Argentina vs Belanda di babak semifinal.
Prancis datang sebagai juara bertahan Piala Dunia 2022 dan diunggulkan melangkah jauh. Namun, Maroko telah membuktikan diri sebagai kuda hitam yang mampu merepotkan tim-tim besar. Statistik pertemuan memang berpihak pada Les Bleus, tetapi sepak bola tidak pernah berjalan sesuai angka di atas kertas.