KALIMANTAN UTARA — Kanit Reskrim Polsek Tanahsareal Iptu Roy Siagian mengungkapkan peristiwa berdarah itu terjadi pada dini hari, sekitar pukul 03.30 WIB. Korban berinisial MHF (21) baru saja pulang kerja dan hendak menuju rumah bibinya di kawasan Kebon Pedes.
"Dia ini kan kerja di MBG Cikarang, malam itu (korban) baru pulang juga, lewat di lokasi tawuran. Dari keterangan keluarga juga menyebut tidak terlibat tawuran dan dari pelaku juga mereka memang tidak kenal," kata Roy kepada wartawan, Senin (15/6/2026).
Menurut Roy, saat korban melintas menggunakan sepeda motor bersama adiknya, ia berpapasan dengan sekelompok pemuda yang sedang terlibat tawuran. Korban kemudian membunyikan klakson kendaraannya.
"Cuma saat kejadian, dia lewat, dia klakson terus dibacokin," imbuh Roy. Peristiwa itu terjadi di wilayah Tanahsareal yang menjadi titik kumpul tiga kelompok geng berbeda.
Polisi mengidentifikasi tiga kelompok yang terlibat dalam tawuran tersebut, yakni geng Yasmin, Cimanggu, dan Kebon Pedes. Dua kelompok pertama disebut bergabung melawan geng Kebon Pedes.
"Jadi ada tiga kelompok geng, ada namanya geng Jasmin, geng Cimanggu, sama (geng) Kebon Pedes itu. Jadi geng Jasmin sama Cimanggu gabung lawan Kebon Pedes," kata Roy.
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi telah mengamankan tiga orang pelaku yang diduga ikut membacok korban. Satu orang lainnya masih dalam pengejaran dan telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).
Roy menambahkan, ketiga pelaku yang sudah diamankan akan segera ditahan. Namun, status tersangka belum resmi ditetapkan karena proses pemeriksaan masih berlangsung.
"Jadi sampai hari ini kita masih proses penyelidikan, selanjutnya akan gelar perkara untuk penetapan tersangka dan hari ini yang tiga pelaku ini akan kita tahan. Belum (penetapan tersangka) masih proses pemeriksaan," ujarnya.
Polsek Tanahsareal masih mendalami motif pembacokan dan kemungkinan keterlibatan pelaku lain. Korban disebut tidak memiliki hubungan atau permusuhan dengan para pelaku sebelumnya.