Realisasi Anggaran Kemenperin Capai Rp898 Miliar per Juni 2026, Program Hilirisasi Paling Serap Dana

Penulis: Mirza Fachri  •  Senin, 08 Juni 2026 | 22:07:02 WIB
Realisasi anggaran Kemenperin mencapai Rp898 miliar hingga Juni 2026 dengan program hilirisasi sebagai penyerap dana terbesar.

KALIMANTAN UTARA — Inspektorat Jenderal (Itjen) menjadi unit dengan realisasi tertinggi, mencapai Rp19,3 miliar atau 59,15 persen dari pagu Rp32,7 miliar. Disusul Sekretariat Jenderal (Setjen) yang menyerap Rp116,9 miliar atau 53,17 persen dari pagu Rp219,9 miliar. Sementara itu, Ditjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) merealisasikan Rp33,5 miliar atau 48,25 persen dari pagu Rp69,5 miliar.

Hilirisasi dan IKM Jadi Prioritas Serapan Anggaran

Agus membeberkan, program hilirisasi industri berbasis sumber daya alam dan pengembangan industri prioritas mencatat realisasi hampir 35 persen. Capaian ini menjadi yang tertinggi di antara program prioritas lainnya. "Kemudian, program hilirisasi industri berbasis sumber daya alam dan pengembangan industri prioritas, ini realisasinya hampir 35 persen," ujar Agus dalam rapat tersebut.

Program penguatan industri kecil dan menengah (IKM) sebagai rantai pasok menyerap Rp13,48 miliar. Anggaran itu digunakan untuk penumbuhan wirausaha baru, penguatan sentra IKM, serta fasilitasi sertifikasi kemitraan dan akses pasar. "Capaian realisasi ini mencakup penumbuhan wirausaha baru, penguatan sentra IKM serta fasilitasi IKM dalam pengembangan produk sertifikasi kemitraan dan akses pasar," jelasnya.

SDM Industri Terserap 23,69%, Ekspor Masih Minim

Program penguatan pembangunan sumber daya manusia (SDM) industri terealisasi Rp20,66 miliar atau 23,69 persen. Rinciannya, pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi industri menyerap Rp17,30 miliar, sedangkan penguatan infrastruktur kompetensi sebesar Rp3,36 miliar.

Namun, program akselerasi ekspor produk dan jasa industri masih tertinggal. "Kemudian yang ketiga program akselerasi ekspor produk dan jasa industri, ini masih kecil masih di bawah 6 persen," terang Agus. Kondisi ini menunjukkan perlunya dorongan lebih lanjut untuk meningkatkan daya saing produk nasional di pasar global.

Inovasi Teknologi dan Industri Hijau Jalan di Tempat

Program peningkatan produktivitas industri melalui pemanfaatan inovasi dan teknologi baru terealisasi 10,6 persen atau Rp6,61 miliar dari pagu Rp62,49 miliar. Dana itu antara lain untuk restrukturisasi mesin/peralatan industri sebesar Rp4,22 miliar dan penerapan teknologi pada sektor industri Rp2,39 miliar.

Program akselerasi industri hijau menyerap Rp1,51 miliar, mencakup pemenuhan standar industri hijau Rp1,27 miliar dan pengembangan energi baru terbarukan Rp0,24 miliar. Sementara itu, program aglomerasi industri melalui kawasan industri terealisasi 32,23 persen atau Rp0,97 miliar.

Adapun program peningkatan penggunaan produk dalam negeri dan pengembangan industri halal mencapai 16,74 persen atau Rp3,60 miliar. Rinciannya meliputi business matching belanja produk dalam negeri Rp0,04 miliar, sertifikasi produk Rp0,03 miliar, sertifikasi pengawasan dan pemberdayaan industri halal Rp3,4 miliar, serta pameran industri Rp0,13 miliar.

Agus menegaskan realisasi anggaran sejak awal tahun hingga Mei 2026 konsisten berada di atas target. "Kami dapat laporkan bahwa realisasi anggaran sejak awal tahun hingga Mei 2026 secara konsisten berada di atas target yang telah ditetapkan," katanya. Secara umum, serapan anggaran menunjukkan program prioritas telah berjalan, dengan hilirisasi sebagai motor utama.

Reporter: Mirza Fachri
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top