BULUNGAN — Laju inflasi di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, tercatat sebesar 3,97 persen secara tahunan pada Mei 2026. Angka ini menunjukkan tekanan harga yang cukup signifikan di tingkat konsumen, terutama di sektor transportasi dan kebutuhan pokok rumah tangga.
Kepala BPS Bulungan, dalam rilis data terbaru, menyebutkan bahwa kenaikan tarif PAM menjadi salah satu pemicu utama. Penyesuaian tarif ini berdampak langsung pada kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga.
Selain tarif PAM, komponen transportasi juga memberikan andil besar. Harga tiket pesawat yang naik dalam beberapa bulan terakhir ikut mendorong inflasi di kelompok transportasi. Bagi warga Bulungan, moda udara menjadi pilihan utama untuk bepergian ke luar daerah karena keterbatasan akses darat.
“Kenaikan tarif angkutan udara ini cukup terasa, terutama menjelang musim libur dan hari besar,” ujar Kepala BPS Bulungan dalam keterangannya.
Meskipun inflasi tahunan di atas 3 persen, sejumlah komoditas pangan strategis tercatat relatif stabil. Harga beras, cabai, dan minyak goreng di pasar tradisional Bulungan tidak mengalami fluktuasi ekstrem pada periode yang sama. Hal ini sedikit meringankan tekanan inflasi dari sisi makanan.
BPS mencatat, dari 11 kelompok pengeluaran, tiga kelompok utama yang menyumbang inflasi terbesar adalah transportasi, perumahan, serta makanan dan minuman. Namun, kenaikan tertinggi justru berasal dari sektor transportasi dan perumahan, bukan dari bahan pokok harian.
Kenaikan tarif PAM dan tiket pesawat secara langsung mempengaruhi pengeluaran rumah tangga di Bulungan. Warga yang menggantungkan akses transportasi udara untuk bekerja atau bersekolah di luar daerah harus merogoh kocek lebih dalam. Sementara itu, tagihan air bulanan juga ikut naik seiring penyesuaian tarif oleh perusahaan daerah.
Pemerintah Kabupaten Bulungan diharapkan dapat mengantisipasi dampak lanjutan dari inflasi ini, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Langkah-langkah seperti operasi pasar murah atau subsidi transportasi bisa menjadi opsi untuk menjaga daya beli tetap terjaga.