KALIMANTAN UTARA — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mulai menunjukkan dampaknya terhadap produktivitas perusahaan pelat merah. Sepanjang 2025, total laba BUMN yang berada di bawah pengawasannya menembus Rp332 triliun, melesat dari Rp89 triliun pada tahun sebelumnya. Lonjakan ini dipandang sebagai hasil nyata dari pembenahan sistem tata kelola perusahaan atau Good Corporate Governance (GCG) yang diterapkan secara masif.
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa pencapaian ini didominasi oleh sektor perbankan dan energi. Salah satu contoh konkret adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang berhasil membukukan laba bersih hingga Rp57,13 triliun. Meskipun menunjukkan kemajuan, pemerintah menegaskan bahwa upaya penyempurnaan di berbagai lini internal BUMN tetap menjadi agenda prioritas.
Managing Partner BUMN Research Group LM FEB UI, Toto Pranoto, menekankan bahwa aspek transparansi, akuntabilitas, integritas, dan keadilan menjadi pondasi utama yang tidak bisa ditawar. Keempat prinsip ini harus dijalankan secara merata, baik bagi BUMN yang sudah melantai di bursa saham (Tbk) maupun yang belum.
Berikut rincian prinsip GCG yang wajib diterapkan seluruh korporasi negara:
Policy and Program Director Prasasti Center for Policy Studies, Piter Abdullah, menilai perbaikan tata kelola adalah perjalanan panjang. Ia menekankan bahwa proses transformasi ini membutuhkan konsistensi dan tidak boleh terhenti di tengah jalan.
Piter meyakini bahwa meski hasilnya mungkin tidak terlihat secara instan, upaya besar ini akan membuahkan dampak jangka panjang bagi struktur ekonomi. Perbaikan sistem secara menyeluruh memang membutuhkan waktu agar manfaatnya bisa dirasakan secara optimal oleh seluruh lapisan masyarakat.
Kenaikan laba yang mencapai hampir empat kali lipat dalam setahun menjadi indikator kuat keberhasilan reformasi birokrasi di tubuh BUMN. Melalui pengawasan yang ketat dan berkelanjutan, BPI Danantara diharapkan terus menjaga momentum pertumbuhan ini. Konsistensi dalam menerapkan GCG akan menjadi kunci utama bagi BUMN untuk tetap kompetitif dan memberikan kontribusi nyata bagi APBN.