Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Jember, Warga Diimbau Waspada Tsunami Susulan

Penulis: Lendra Saputra  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 16:50:01 WIB
Gempa magnitudo 5,1 mengguncang laut sekitar 93 km tenggara Jember, Jawa Timur.

KALIMANTAN UTARA — Berdasarkan data BMKG yang dirilis Selasa sore, pusat gempa berada pada koordinat 9.01 Lintang Selatan dan 113.84 Bujur Timur. Lokasi episenter tepatnya berada di laut, sekitar 93 kilometer arah tenggara Kota Jember. "Kedalaman gempa 10 km," tulis BMKG dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.

Pusat Gempa di Laut, Getaran Terasa di Permukiman

Meski episenter berada di dasar laut dengan jarak cukup jauh dari daratan, getaran dilaporkan terasa oleh warga di beberapa kecamatan di Jember. Belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat guncangan tersebut. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab.

"Warga diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan," demikian pernyataan BMKG. Imbauan ini dikeluarkan mengingat karakteristik gempa dangkal yang kerap diikuti oleh serangkaian guncangan lanjutan dengan kekuatan lebih kecil.

Mengapa Gempa Dangkal Jadi Perhatian

Gempa dengan kedalaman 10 kilometer termasuk kategori gempa dangkal. Dalam ilmu kegempaan, semakin dangkal pusat gempa, semakin besar potensi guncangan yang dirasakan di permukaan bumi. Meski magnitudonya tergolong kecil, energi dari gempa dangkal lebih mudah menjalar ke daratan tanpa banyak teredam oleh lapisan batuan.

Wilayah selatan Jawa, termasuk Jember, memang dikenal sebagai zona seismik aktif akibat pertemuan Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia. Proses subduksi ini kerap memicu gempa-gempa kecil hingga menengah setiap tahunnya.

Belum Ada Laporan Kerusakan, Warga Diimbau Evakuasi Mandiri

Hingga berita ini diturunkan, BPBD Jawa Timur masih melakukan pemantauan di lapangan. Masyarakat di wilayah pesisir diimbau untuk menjauhi pantai jika merasakan guncangan kuat dan berdurasi lama, meskipun BMKG belum mengeluarkan peringatan tsunami. Langkah antisipasi ini merupakan prosedur standar mengingat sejarah tsunami di selatan Jawa yang kerap dipicu gempa dangkal.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat memantau kanal resmi BMKG atau menghubungi kantor BPBD setempat. Gempa susulan dengan magnitudo lebih kecil umumnya tidak berbahaya, namun tetap perlu diwaspadai karena dapat memicu keretakan pada bangunan yang sudah rapuh.

Reporter: Lendra Saputra
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top