NUNUKAN — Tak perlu lagi khawatir kehabisan uang kembalian atau membawa uang tunai dalam jumlah besar saat akan menyeberang dari Nunukan. Pelabuhan Liem Hie Djung, salah satu titik transportasi laut utama di Kalimantan Utara, resmi mengadopsi sistem pembayaran digital QRIS untuk pembelian tiket speedboat.
Deputi Direktur KPwBI Kalimantan Utara, Reza Hidayat, menyebut sektor transportasi laut menjadi prioritas karena merupakan urat nadi mobilitas masyarakat di wilayah perbatasan. “Kita tidak bisa pungkiri bahwa se-Indonesia sudah merasakan manfaat QRIS. Kami berharap ini sangat bermanfaat di Kaltara,” ujarnya.
Selain memudahkan penumpang, sistem ini juga menjawab keluhan agen tiket dan pemilik speedboat. Masalah penyediaan uang kembalian dan pencatatan keuangan manual yang sering kacau perlahan bisa diminimalkan.
“Dari sisi agen maupun dinas terkait, pencatatan keuangan dan retribusi akan menjadi lebih baik dan rapi,” kata Reza. Ia menambahkan, perputaran uang tunai yang semakin minim juga menekan potensi peredaran uang palsu di lingkungan pelabuhan.
Reza menegaskan, digitalisasi tak berhenti di loket tiket. Bank Indonesia Kaltara menargetkan integrasi sistem pembayaran dari hulu ke hilir, termasuk distributor bahan bakar dan agen minyak di kawasan pelabuhan.
“Percuma jika pedagang pasarnya sudah pakai QRIS, tapi mereka bayar ke distributornya masih harus pakai cash. Begitu juga di pelabuhan,” tegasnya. Pihaknya menyadari proses adaptasi teknologi masih panjang dan membuka diri terhadap masukan dari masyarakat maupun pelaku usaha.
Meski sistem QRIS dijamin aman, Reza mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap oknum yang menempelkan stiker QRIS palsu. “Saat memindai (scan), baca dan pastikan dulu nama yang muncul di layar gawai sudah sesuai dengan nama agen tiket atau toko yang kita tuju,” imbaunya.
Untuk mengantisipasi potensi fraud, Bank Indonesia Kaltara akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, perbankan, dan aparat penegak hukum. Bagi masyarakat yang merasa menjadi korban penipuan transaksi, BI menyediakan kanal pelaporan resmi yang terhubung dengan otoritas terkait.
Transformasi digital di Pelabuhan Liem Hie Djung ini baru tahap awal. Ke depan, BI Kaltara berencana memasifkan sosialisasi ke pelaku UMKM dan pedagang pasar tradisional yang belum sepenuhnya melek teknologi.