MALINAU — Pertumbuhan ini didorong oleh bertambahnya penduduk usia produktif yang kreatif, menjamurnya kedai kopi anak muda, serta pelatihan berkelanjutan dari pemerintah daerah. Kecamatan Malinau Utara menjadi wilayah dengan lompatan paling tajam, dari 337 UMKM pada 2020 menjadi 690 UMKM pada 2025.
Kepala Disperindag Malinau, Sergius, menyebutkan bahwa di Kecamatan Malinau Kota, jumlah UMKM pada 2020 belum mencapai seribu unit. Namun, pertumbuhan konsisten setiap tahun membuat angka itu kini mencapai 1.648 UMKM pada 2025.
"Dari 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Malinau, berdasarkan data kami sejak tahun 2020 hingga 2025, UMKM itu terus meningkat," ujar Sergius melalui pesan singkat, Senin.
Kecamatan Malinau Barat juga mencatatkan kenaikan signifikan. Jumlah UMKM di wilayah itu naik dari 339 unit pada 2020 menjadi 625 unit pada 2025. Artinya, hampir dua kali lipat dalam kurun waktu lima tahun.
Pola serupa terjadi di Malinau Utara, di mana jumlah UMKM bertambah dari 337 menjadi 690 unit dalam periode yang sama. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa sektor usaha mikro tidak hanya terkonsentrasi di pusat kota, tetapi juga merata ke wilayah penyangga.
Sergius menjelaskan bahwa peningkatan ini tidak lepas dari peran aktif pemerintah daerah. Pelatihan bagi penggiat UMKM yang rutin digelar Disperindag menjadi salah satu faktor utama. Selain itu, Pemkab Malinau mewajibkan penggunaan produk UMKM lokal dalam setiap kegiatan pemerintahan.
"Memang banyaknya event-event yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah sehingga memiliki daya tarik di masyarakat kita untuk membuat usaha dan berjualan karena peluang lebih besar," katanya.
Kebijakan ini, menurut Sergius, menciptakan ekosistem yang mendorong warga, terutama generasi muda, untuk memulai usaha. Keramaian dan hiburan rakyat yang digelar pemkab selalu mensyaratkan partisipasi UMKM lokal, sehingga peluang pasar menjadi lebih terjamin.
Faktor demografis turut berperan. Pertambahan jumlah penduduk usia produktif yang memiliki inovasi dan ide kreatif menjadi modal dasar pertumbuhan UMKM di Malinau. Fenomena menjamurnya kedai kopi yang dikelola anak muda menjadi salah satu indikator nyata dari geliat ekonomi baru ini.
Dengan total 3.876 UMKM pada 2025, Kabupaten Malinau menunjukkan bahwa sektor usaha mikro mampu menjadi tulang punggung perekonomian daerah, terutama di wilayah perbatasan yang memiliki tantangan geografis tersendiri.